nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menag Sebut Prodi Agama Kurang Diminati Calon Mahasiswa

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 23 Januari 2019 14:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 23 65 2008301 menag-sebut-prodi-agama-kurang-diminati-calon-mahasiswa-7R3Raxr23C.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin meminta kepanitiaan Seleksi Prestasi Akademik Nasional Ujian Masuk (SPAN-UM), Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) bisa membentuk tim kajian.

"Tim kajian ini untuk untuk bisa mendalami beberapa hal. Seperti adanya prodi-prodi yang kurang diminati bagi calon mahasiswa. Maupun prodi yang sangat diminati," ujarnya di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Baca Juga: Program Studi Aktuaria Belum Banyak, Padahal Sangat Dibutuhkan Industri Keuangan

Dia menjelaskan, prodi-prodi yang minatnya rendah seperti, Ilmu Hadist, Perbandingan Agama, Filsafat Agama. Artinya persoalan persepsi yang sedemikian rupa sehingga minatnya rendah mendalami prodi tersebut, atau persoalan bagaimana mempromosikan prodi tersebut atau hal lain.

"Karena sebenarnya saya optimis di era globalisasi, digitalisasi dan komplektsitas maka agama memiliki urgensi menjadi relevensi tinggi, orang makin memiliki terkaitan dengan agama. Maka semestinya prodi keagamaan menjadi diminati tapi justru sebaliknya," tuturnya.

Baca Juga: Inovasi Prodi Baru PTN Masih Minim

Dia menuturkan, saat ini ceramah agama dengan cara maki, marah, betulkan Rasulullah melakukan itu. Maka Ilmu Hadist atau kajian Hadist penting agar pengamalan keagamaan semuanya tidak tercabut dari teladan kepada Rasulullah.

"Ketika kehidupan sosial menjadi agamis, pondasi keilmuan kita dalam menjadi kehidupan beragama menjadi penting," ungkapnya.

Dia menambahkan, PTKIN ini semua lembaga pendidikan tinggi Islam di Indonesia, maka Kemendag pihak paling otoritatif. Mestinya pihak memiliki kompetensi bicara soal agama Islam, paling bertanggung jawab untuk menjelaskan Islam pada masyarakat.

"Kita bukan hanya konteks Indonesia tetapi dunia, karena kita sudah tidak memiliki batasan geografis di tengah teknologi informasi saling menghubungkan," pungkasnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini