nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bangun Kelenteng, Rektor UNS: Mahasiswa Butuh Spritual agar Seimbang

Kamis 24 Januari 2019 21:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 24 65 2009086 bangun-kelenteng-rektor-uns-mahasiswa-butuh-spritual-agar-seimbang-NGl0KXlD0f.jpeg Rektor UNS Ravik Karsidi (Foto: UNS)

JAKARTA - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta membangun kelenteng atau tempat beribadah bagi penganut Konghucu di lingkungan kampus.

"Sejak berdiri, oleh pendiri kampus ini dijadikan sebagai Kampus Benteng Pancasila, saat itu di awal sudah dibangun masjid dan pura," kata Rektor UNS Ravik Karsidi di sela peletakan batu pertama pembangunan kelenteng itu, dikutip dari Antara, di Solo, Kamis (24/1/2019).

Meski demikian, kata dia, selama ini pembangunan tempat beribadah tidak dilakukan oleh pihak kampus melainkan diserahkan kepada umat.

Baca Juga: IKA UNS Salurkan Beasiswa kepada Mahasiwa Tak Mampu

Dia mencontohkan pembangunan masjid diserahkan kepada komunitas muslim, sedangkan pembangunan pura dikerjakan oleh komunitas masyarakat Bali yang tinggal di Kota Solo.

Begitu juga pembangunan kelenteng dengan nama Konchu Bio yang berarti Sinar Kebajikan itu, diserahkan kepada umat melalui Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia.

"Kami hanya memberikan bantuan dari arsitek Solo. Mudah-mudahan dalam waktu tiga bulan ini sudah jadi," katanya.

Dia mengatakan bangunan dengan luas 10x10 meter tersebut diperkirakan menelan anggaran Rp700 juta. Sejauh ini, kata dia, anggaran sudah terkumpul sekitar 60%.

"Saya optimistis akan selesai tepat waktu karena banyak pengusaha yang mau mendukung," katanya.

Baca Juga: UNS Masuk Daftar Green Campus Award 2018

Sama seperti tempat ibadah lain di lingkungan kampus, kelenteng itu juga dibuka untuk umum.

"Kalau dari internal kami hanya ada enam mahasiswa dan satu dosen yang memanfaatkannya. Jadi kami berharap banyak masyarakat di luar yang mau memanfaatkan kelenteng ini," katanya.

Dia juga berharap, tempat ibadah tersebut dimanfaatkan oleh para mahasiswa untuk mematangkan sisi spiritual mereka.

"Mahasiswa tidak hanya butuh kecakapan intelektual tetapi juga spiritual agar seimbang," katanya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini