nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

106 Desa Terdampak Banjir & Longsor di Sulsel

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Jum'at 25 Januari 2019 14:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 25 609 2009320 106-desa-terdampak-banjir-longsor-di-sulsel-5tjBjGKAdD.jpg Daerah terdampak banjir dan longsor Sulsel (Foto: BNPB)

JAKARTA - Penanganan darurat bencana banjir, longsor dan puting beliung di Sulawesi Selatan (Sulsel) terus dilakukan. Sebanyak 106 desa terdampak bencana tersebut. 

Menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 106 desa itu tersebar di 61 kecamatan pada 13 kabupaten/kota. Terdiri dari Jeneponto, Maros, Gowa, Kota Makassar, Soppeng, Wajo, Barru, Pangkep, Sidrap , Bantaeng, Takalar, Selayar, dan Sinjai. 

Sutopo mengatakan, banjir sudah surut di beberapa wilayah. Namun, Tim SAR gabungan masih terus melakukan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban. Bantuan juga terus berdatangan dari berbagai pihak.

"BPBD bersama BNPB, TNI, Polri, Basarnas, Kemensos, Kemenkes, Kementerian PU Pera, SKPD, NGO, relawan dan berbagai unsur lainnya terus membantu penanganan darurat," ujar ujar Sutopo melalui siaran persnya, Jumat (25/1/2019).

(Baca Juga: Banyak Jalan Terputus Imbas Banjir Sulsel, Kemenhub Buka Akses Jalur Alternatif)

Banjir Sulsel

Kepala BNPB Doni Monardo, sambung Sutopo, kemarin juga telah memberikan bantuan dana siap pakai sebesar Rp1,15 miliar dan logistik senilai Rp828,9 juta untuk penanganan darurat di Sulsel. Bantuan langsung diterima Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah di Kantor Gubernur Sulsel.

Dana siap pakai digunakan untuk operasional tanggap darurat bagi BPBD Sulsel, BPBD Gowa, BPBD Jeneponto, BPBD Maros dan BPBD Kota Makassar. Bantuan logistik berupa tenda gulung 250 lembar, sandang 425 paket, selimut 560 lembar, paket perlengkapan keluarga 100 paket.

Kemudian, perlengkapan bayi 202 paket, matras 240 lembar, kantong mayat 30 lembar, karung pasir 300 lembar, makanan siap saji 540 paket, lauk pauk 714 paket, dan makanan tambahan gizi 690 paket.

(Baca Juga: Anak-Anak Korban Banjir dan Longsor di Gowa Diliburkan dari Sekolah)

Korban meninggal akibat banjir dan longsor yang melanda Sulsel hingga siang ini tercatat ada 59 orang meninggal, 25 orang hilang, 47 orang luka-luka, 6.596 orang terdampak, 3.481orang mengungsi. Kemudian, ada 79 unit rumah rusak (32 unit hanyut, 26 rusak berat, 2 rusak sedang, 14 rusak ringan, 5 tertimbun.

"4.857 unit rumah terendam, dan 11.876 hektar sawah terendam banjir. Kerusakan sarana fisik antara lain 10 jembatan, 16,2 km jalan, 2 pasar, 12 unit fasilitas peribadatan, 6 fasilitas pemerintah, dan 22 unit sekolah," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini