nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah DBD, Rescue Perindo Asapi Rumah 150 KK di Palembang

Gimas Siskamayanti, Jurnalis · Minggu 27 Januari 2019 17:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 27 610 2010062 cegah-dbd-rescue-perindo-asapi-rumah-150-kk-di-palembang-i0vcN1THbk.jpg Rescue Perindo di Palembang (Dok Perindo)

PALEMBANG – Rescue Perindo Kota Palembang kembali beraksi. Kali ini, Tim Rescue Perindo menyambangi Perumahan Cahaya Abadi, Kecamatan Sematang Borang, Kelurahan Karya Mulya, Kota Palembang.

Mereka bergerak melakukan fogging alias pengasapan untuk meminimalkan penyebaran nyamuk aedes aegypti.

 Baca juga: Antisipasi DBD, Perindo Asapi Kawasan Medan Tuntungan

Ketua Bidang Litbang dan IT DPW Rescue Perindo Sumatera Selatan (Sumsel), Ahmad Mada Taufik mengatakan, sekira 150 kepala keluarga dan sebanyak 2 RT di Jalan Taqwa, Kampung Serang melakukan fogging gratis.

Rescue Perindo di Palembang (Dok. Perindo)

Mada mengatakan, kegiatan ini dilakukan atas permintaan warga agar wilayahnya dilakukan pengasapan karena kondisi got yang tidak mengalir. Sehingga, menimbulkan banyaknya nyamuk demam berdarah dengue (DBD) berkumpul di got tersebut.

 Baca juga: 2 Balita Terjangkit DBD, Rescue Perindo Asapi Desa Plesungan

“Kondisi di sana gotnya memang enggak mengalir, jadi sering tergenang air. Apalagi kalau hujan semakin ketutup gotnya. Sehingga airnya meluap, dan banyak sekali nyamuknya,” kata Mada kepada Okezone, Minggu (26/1/2019).

Menurutnya, warga setempat sangatlah antusias mendapatkan fogging dari Partai Perindo. Hal ini dikarenakan, sudah ada warga yang terserang penyakit DBD.

“Ini memang permintaan dari warga, karena ada warga yang terkena DBD sebanyak satu orang. Sehingga, mereka meminta permintaan melakukan foging ke kita. Tapi, syukurnya sudah ditindak dirumah sakit dan sudah pulang,” ucapnya.

Baca juga: Sragen KLB Demam Berdarah, Partai Perindo Langsung Lakukan Fogging Gratis

Mada menambahkan, kondisi hujan yang turun dengan intensitas tinggi, akibatnya memicu timbulnya wabah penyakit. Sehingga, kegiatan fogging menjadi lebih meningkat, bisa dilakukan 3 sampai 4 kali selama seminggu.

Mada berharap, fogging yang dilakukan mampu mencegah penyebaran nyamuk aedes aegypti dan mengurangi penyakit DBD. “Ini merupakan tanggung jawab kami dalam membantu masyarakat,” ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini