nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasutri Nekat Berbisnis Sabu Akibat Terdesak Ekonomi

Avirista Midaada, Jurnalis · Selasa 29 Januari 2019 23:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 29 519 2011083 pasutri-nekat-berbisnis-sabu-akibat-terdesak-ekonomi-GD1kPhCShT.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

KOTA MALANG - Sepasang suami istri (Pasutri) asal Desa Sapurante, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, yang bermatapencaharian sebagai petani nekat mengedarkan narkoba jenis sabu lantaran terdesak kebutuhan ekonomi keluarga.

Sepak terjangnya terhenti setelah salah satu konsumennya yakni SUP (34) asal Desa Kalipucang, Kabupaten Pasuruan, tertangkap Unit Narkoba Polres Malang Kota, di Hotel Pinus di Jalan Simpang Tenaga Utara, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

"Kita amankan SUP terlebih dahulu pada Sabtu 19 januari di Blimbing, Kota Malang dengan barang buktinya. Ini berawal dari info masyarakat terkait peredaran sabu," ujar Kasat Narkoba Polres Malang Kota, AKP Syamsul Hidayat, Selasa (29/1/2019).

sas

Dari pelaku SUP polisi menyita 0,56 gram narkotika jenis sabu. Usai dilakukan penelusuran dan berdasarkan pengakuan SUP, polisi mengamankan sepasang suami istri yakni BAM dan IS di rumahnya di Pasrepan, Kabupaten Pasuruan

"BAM dan IS ini yang menyuplai sabu, jadi usai SUP dapat barangnya dari kedua suami istri ini," tambah Syamsul.

Polisi berhasil mengamankan 36 gram sabu dari kedua pasangan suami istri di rumahnya. sesuai pengakuan keduanya membeli sabu dari seorang rekannya yang masih buron di Pasuruan seharga Rp900 ribu per gram nya, kemudian dijual kembali seharga Rp1,4 juta per gramnya.

"Sudah tiga bulan menjual ini. Karena kebutuhan ekonomi, kebetulan BAM ini juga pemakai, tapi istrinya IS tidak hanya disuruh mengantarkan dan mengambil barang biasanya," jelasnya.

sd

Akibat perbuatannya yang memakai sabu - sabu SUP terancam Pasal 112 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

"Untuk BAM dan IS kita jerat dengan Pasal 114 UU Nomor 35 tahun 2009, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini