nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Motor Masuk Jalan Tol hingga 60% Angka Kecelakaan Renggut Generasi Milenial

Mufrod, Jurnalis · Rabu 30 Januari 2019 18:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 30 15 2011530 motor-masuk-jalan-tol-hingga-60-angka-kecelakaan-renggut-generasi-milenial-HoUy8sXoGN.jpg Ilustrasi tol sepeda motor (Foto: Okezone)

JAKARTA - Langkah Ketua DPR RI Bambang Soesatyo yang meminta Pemerintah untuk memperluas jalur jalan tol khusus untuk sepeda motor tak hanya ada di dua wilayah saja yakni Bali dan jalan tol Suramadu.

"Saya menilai kondisi jalan tol yang sudah ada saat ini, harapannya masih bisa memperlebar atau menambah adanya jalan tol khusus sepeda motor. Saat ini hanya di Bali dan Suramadu saja yang ada dan contoh itu bisa berjalan dengan baik," kata Bambang di Kompleks Parlemen, dikutip dari Antara News, Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Menurut dia, adanya jalur terpisah khusus untuk sepeda motor dengan mobil dinilai bisa menekan angka kecelakaan, selain itu lajur tol khusus pemotor bisa membangun azas keadilan bagi rakyat dalam hal ini antara pengendara motor dengan mobil yang semuanya memiliki fasilitas yang sama.

 

Adanya tol untuk sepeda motor, juga bisa membantu pengendara menempuh lajur yang lebih cepat tanpa hambatan. Hal ini juga ternilai dari keseteraan bagi pemilik motor yang belum mampu membeli kendaraan roda empat.

Meski dinilai mampu menekan angka kecelakaan karena adanya jalur khusus sepeda motor, namun berdasarkan data kecelakaan yang dimiliki Korlantas, sebanyak 30 ribu orang meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan raya. Yang cukup mengkhawatirkan 60 persen dari total korban disumbangkan oleh generasi milenial.

 

Kurangnya kesadaran berkendara aman pada generasi milenial saat ini masih menjadi pekerjaan rumah besar yang tengah dihadapi kepolisian khususnya Korlantas.

Menurut Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri, Brigjen. Pol. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si, tujuan dari program road safety adalah terwujud dan terpeliharanya lalu lintas yang aman selamat tertib dan lancar.

"Selain itu juga meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan. Ini semua akan membangun budaya tertib berlalu lintas yang didukung adanya pelayanan di bidang lalu lintas yang prima," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Okezone, Rabu (16/1/2019).

Ia menambahkan, generasi milenial bisa dikatakan generasi hidup di balik layar gadget. Itu semua berdampak pada perilaku berlalu lintas. Masalah-masalah lalu lintas sebagian besar disebabkan adanya pelanggaran

 

Perilaku melanggar ini tatkala menjadi kebiasaan maka melanggar dianggap hal biasa. Sikap permisive terhadap pelanggaran inilah yang membuat orang makin masa bodoh terhadap masalah lalu lintas.

"Menyadarkan inilah yang menjadi core dan merupakan gerakkan moral. Apa yang dilakukan dalam membangun kesadaran terhadap road safety," pungkasnya.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini