nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tips Gunakan GPS Selama Berkendara, Dijamin Tidak Masuk Penjara

Mufrod, Jurnalis · Kamis 31 Januari 2019 11:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 31 15 2011801 tips-gunakan-gps-selama-berkendara-jamin-tidak-masuk-penjara-TRwSmjkfNK.jpg Peggunaan GPS pada handphone (foto: Ist)

JAKARTA - Penggunaan perangkat Global Positioning System (GPS) kini resmi dilarang. Bahkan pemerintah telah mengatur hukuman bagi penggunaan GPS bagi pengemudi dan pengendara yang tengah mengoperasikan kendaraan dengan hukuman Penjara.

Untuk menghindari hukuman tersebut, ada cara Yang bisa dilakukan pengemudi dan pengendara agar terhindar dari hukuman penggunaan GPS di jalan raya. Cara ini juga menjamin pengendara dan pengemudi bisa lepas dari jerat hukuman yang telah diberlakukan.

 

Berikut tips cara Aman bagi pengemudi dan pengendara untuk lepas dari jeratan hukum:

1. Kenali jalur tujuan

Fungsi GPS yakni memberitahu lokasi jalan tujuan, meski aplikasi ini juga mampu memberikan informasi mengenai lokasi titik kemacetan menuju lokasi tujuan. Namun informasi ini bisa didapat melalui aplikasi lain yang juga disediakan kepolisian melalui NTMC.

Mengenali beberapa titik jalan menuju lokasi tujuan tentu tidak membutuhkan perangkat GPS sebagai penuntun. Langkah ini bisa dilakukan pengendara dan pengemudi selama di jalan raya.

 

2. Gunakan GPS secara bijak

Penggunaan GPS saat mengemudi atau berkendara akan mengganggu konsentrasi yang berisiko terjadinya kecelakaan. Untuk penggunaan perangkat GPS secara bijak, baiknya pengendara dan pengemudi menepikan kendaraan terlebih dahulu untuk memantau rute ataupun kondisi jalan menuju tujuan.

3. Penggunaan GPS jangan dijadikan kebiasaan rutin.

Banyak pengemudi dan pengendara yang sudah menjadikan fungsi GPS sebagai kebiasaan, perangkat ini terkadang selalu aktif hingga membuat pengendara dan pengemudi menjadi kebiasaan meski perangkat ini hanya dilihat sesekali dalam berkendara dan mengemudi. Kondisi itulah yang sering mengganggu konsentrasi pengemudi dan pengendara.

 

Pemerintah pun sudah mengatur terkait hal tersebut dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Namun, sebagian pengemudi tidak sepakat dengan adanya peraturan tersebut. Mereka pun menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sayangnya, Rabu 30 Januari 2019, MK menyatakan menolak gugatan uji materi UU 22/2009

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini