Ruhut Sitompul Patahkan Omongan Prabowo soal Klaten Banjir Beras Impor

Bramantyo, Okezone · Kamis 31 Januari 2019 10:06 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 31 605 2011768 ruhut-sitompul-patahkan-omongan-prabowo-yang-bilang-klaten-banjir-beras-impor-65eF7uBvsQ.jpg Ruhut Sitompul ke Klaten untuk membuktikan benar atau tidaknya pernyataan Prabowo soal beras impor di Klaten (Foto: Bramantyo/Okezone)

KLATEN - Juru bicara tim kampanye nasional Jokoi-Ma'ruf Ruhut Sitompul menemui petani di Desa Belang Wetan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (30/1/2019). Dia sengaja datang untuk membuktikan pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyebutkan Klaten dibanjiri oleh beras impor benar atau tidak.

"Tujuan saya ke sini, ketemu para petani mau lihat langsung apakah ada beras impor di sini (Klaten)? Bahkan ibu Bupati Klaten sampai keliling tempat penggilingan padi enggak ketemu beras impor," ujar Ruhut, Rabu 30 Januari 2019.

Lantaran tidak menemukan beras impor di wilayah Klaten, ia pun meminta agar capres nomor urut 02 itu tidak dengan gampangnya mengeluarkan statement yang tidak berdasar.

"Jangan sampai membuat pernyataan yang meresahkan masyarakat. Janganlah biasakan kasih hoaks. Jangan biasakan kasih berita-berita bohong kepada rakyat," kata Ruhut.

(Baca Juga: Dapat Dukungan dari Partai Lokal Aceh, Perindo Sebut Bukti Jokowi Tidak Anti-Islam)

Dia juga menyinggung apa yang pernah dikatakan Sandiaga yang pernah bilang ada tempe setipis ATM yang juga ramai di media masa. Saat itu, Ruhut pun blusukan untuk membuktikan apakah benar ada tempe tersebut. Hasilnya ternyata nihil.

"Ternyata tempenya masih tebal, lihat mendoan kan tipis, kripik tempe tipis, setitipis tipisnya (tempe mendoan) tetap tidak setipis kartu ATM," ujar Ruhut.

Sementara itu, koordinator kelompok tani Desa Belang Wetan, Suroto sampaikan bahwa Klaten impor beras rakyatnya menangis itu tidak benar. Yang sebenarnya justru panen padinya melimpah. Bahkan hasil dari bertani mereka bisa mencukupi kebutuhan hidupnya termasuk menyekolahkan anaknya sampai jenjang perguruan tinggi dari hasil panen padi.

Selain itu, disampaikan juga bahwa hasil panen melimpah karena penggunaan pupuk organik. Justru pemerintah memberikan kemudahan bagi para petani dalam meningkatkan hasil produksi panen padi.

"Di antaranya kemudahan pupuk, bantuan bibit padi, dan bantuan pompa air untuk menghadapi musim kemarau bagi petani," kata dia.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini