nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

RI Butuh 17 Juta Tenaga Kerja Melek Teknologi Digital

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 04 Februari 2019 10:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 04 65 2013423 ri-butuh-17-juta-tenaga-kerja-melek-teknologi-digital-jsQiZTjDzz.jpg Foto: Taufik Okezone

JAKARTA - Institut Keuangan Perbankan dan Informatika Asia Perbanas (Perbanas Institute) hari ini menggelar wisuda di tahun 2019 di Jakarta Convention Center. Wisuda kali ini mengangkat tema "Getting Ready to Face the Global Challenges in the Industry 4.0 Era".

Ketua Yayasan Pendidikan Perbanas (YPP) Ahmad Siddik Badruddin, mengatakan tantangan baru ke depan untuk bangsa ini khususnya untuk pemuda Indonesia harus dapat semua antisipasi.

"Di mana tema wisuda kali ini merupakan bagian dari antisipasi kita tentang peran kaum muda ke depan khususnya para lulusan Perbanas Institute untuk bisa ikut berperan aktif dan berpartisipasi untuk membawa bangsa ini semakin jaya di masa mendatang," ujarnya di JCC Senayan Jakarta, Senin (4/2/2019).

 Baca Juga: Menristekdikti: Perkembangan Teknologi Geser 375 Juta Pekerjaan

Dia menjelaskan, pesatnya perkembangan teknologi era revolusi industri 4.0 berpengaruh terhadap karakteristik pekerjaan yang ada saat ini, di mana ketrampilan dan kompetensi menjadi hal pokok yang perlu diperhatikan. Empowering human talent adalah kunci kemajuan bagi Indonesia.

"Setelah pembangunan infrastruktur dilanjutkan pada pengembangan sumber daya manusia. Kita perlu menguasai bahasa-bahasa teknologi baru, karena Indonesia memerlukan sekitar 17 juta tenaga kerja yang melek teknologi digital pada tahun 2030. Lulusan perguruan tinggi Perbanas Institute harus memiliki jiwa kewirausahaan untuk dapat berkontribusi menciptakan lapangan kerja baru," tuturnya.

Sementara itu Rektor Perbanas Institute Hermanto Siregar menyatakan, industri keuangan dan perbankan menjadi salah satu bidang yang merasakan secara langsung dampak dari Revolusi Industri 4.0.

"Saat ini berkembang dengan pesat beragam bentuk layanan keuangan dari berbagai perusahaan start-up non-bank dalam bentuk digital yang dengan mudah diakses serta digunakan di manapun dan kapan pun juga," katanya.

 Baca Juga: Perbanas Minta Jumlah Bank Dikurangi, OJK: Tak Bisa Dipaksakan

Hal ini, lanjut dia, tentunya menjadi tantangan dan juga pada saat yang sama membuka peluang khususnya bagi para lulusan Institut Perbanas untuk dapat melihat lebih jauh dan memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan ide-ide kreatif yang dapat diterapkan. "Baik pada perusahaan tempat bekerja ataupun saat memulai perusahaannya sendiri," jelasnya.

Dia menambahkan, Institut Perbanas berinisiatif untuk maju di depan dalam mengantisipasi tuntutan yang timbul terhadap peran generasi muda ke depan, dalam hal ini khususnya adalah para lulusan Institut Perbanas yang kompetitif.

"Dan siap ikut berperan aktif dan berpartisipasi membawa bangsa ini masuk ke dalam era global Indonesia 4.0," katanya.

Pada sidang terbuka kali ini, akan diwisuda sejumlah total 814 lulusan pada tingkat Magister Manajemen 67 lulusan, Magister Akuntansi 14 lulusan, Sarjana Manajemen = 285 lulusan, Akuntansi = 326 lulusan, Sistem Informasi = 37 lulusan, Teknik Informatika = 11 lulusan, Sistem Komputer = 1 lulusan, serta Ahli Madya Keuangan dan Perbankan = 37 lulusan; Akuntansi = 36 lulusan.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini