nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sempat Terhempas Tsunami Palu ke Darat, KM Sabuk Nusantara 39 Kembali Diapungkan

Herman Amiruddin, Jurnalis · Kamis 07 Februari 2019 17:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 07 609 2014948 sempat-terhempas-tsunami-palu-ke-darat-km-sabuk-nusantara-39-kembali-diapungkan-ke-laut-WkWmtrWtXT.jpg KM Sabuk Nusantara 39 Terhempas Tsunami Palu ke Daratan (foto: Ist)

MAKASSAR - Masih ingat dengan kapal besar yang terhempas ke permukiman penduduk akibat tersapu tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, pada 28 September 2018 lalu? Kapal bernama KM Sabuk Nusantara 39 itu kini diapungkan kembali.

Kapal yang dioperasikan PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) tersebut semula dioperasikan di daerah Natuna, Provinsi Kepulauan Riau dengan trayek Kijang-Letung-Tarempa-Natuna-Serasan-Medai-Pontianak dan dioperasikan PELNI.

(Baca Juga: Terhempas Tsunami di Palu, KM Sabuk Nusantara 39 Merengsek ke Daratan) 

Sesuai penugasan dari Kementerian Perhubungan RI bahwa kapal tersebut akan diserahterimakan kepada pengelola baru untuk melayani rute Sulawesi. Sedangkan Provinsi Kepulauan Riau mendapatkan kapal baru KM. Sabuk Nusantara 80, kapal ini lebih besar dengan kapasitas angkut hingga 450 orang.

Dalam proses serah terima kapal KM Sabuk Nusantara 39 yang akan dilaksanakan di Pelabuhan Wani, Palu. Tsunami datang dan menghempaskan kapal besar dengan 24 awak di dalamnya. Kapal pun terhempas ke daratan dan masuk ke pemukiman.

Empat bulan parkir di darat, Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sebagai pemilik kapal dan PT PELNI (Persero) sebagai operator telah melakukan observasi untuk mengapungkan kembali KM. Sabuk Nusantara 39 ke laut pada 5 Februari 2019

“Setelah 4 bulan di daratan, PELNI dan Kementerian Perhubungan RI mengapungkan kembali Sabuk Nusantara 39 ke laut,” terang Direktur Armada Pelni, Tukul Harsono, Kamis (7/2/2019).

(Baca Juga: Kemenhub Masih Evakuasi Kapal yang Naik ke Daratan saat Tsunami Palu) 

Tukul melanjutkan, untuk mengapungkan kembali dari darat ke laut diperlukan kesiapan peralatan dan personil. Untuk menarik kapal dari darat ke laut akan dilakukan dengan Salvage untuk Re Launching dan Re Floating KM Sabuk Nusantara 39.

Re Launching adalah proses pengangkatan kapal dan floating adalah proses pengapungannya. “Jadi kapal akan diangkat dan didorong ke laut,” kata Tukul.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini