nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Deretan Kampus Terbaik di Indonesia, Siapa Juaranya?

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 07 Februari 2019 10:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 07 65 2014706 deretan-kampus-terbaik-di-indonesia-siapa-juaranya-iq4hBuO0kq.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

YOGYAKARTA - Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menempati peringkat pertama dalam peringkat perguruan tinggi di Indonesia versi Webometric 2019.

Dengan capaian ini, UGM mengungguli Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang masing-masing berada di peringkat kedua dan ketiga.

Dalam website www.webometrics.info, di level Asia Tenggara dan dunia, UGM berada di posisi ke-15 dan ke-844. Ada pun UI berada di peringkat ke-16 (Asia Tenggara) dan ke-855 (global) dan ITB berada pada level ke-20 (Asia Tenggara) dan ke-1.129 (global).

 Baca Juga: Kemenristekdikti Terbitkan 100 Kampus Terbaik 2018

Tiga perguruan tinggi negeri (PTN) ini memang selalu bersaing di berbagai pemeringkatan baik di tingkat global maupun dalam negeri. Di tingkat nasional versi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) tahun 2018, ITB menempati urutan pertama, disusul UGM, Institut Pertanian Bogor (IPB), dan UI.

Dalam versi Webometric, IPB menempati urutan keempat perguruan tinggi terbaik di Indonesia dengan peringkat global 1.285.

Rektor UGM Panut Mulyono mengung kapkan sangat senang dengan ca paian UGM yang menjadi terbaik nasional versi Webomatric. Sebab hal itu menunjukkan banyak anggota masyarakat yang mengakses web UGM, khususnya yang ingin mengetahui dan mencari informasi tentang UGM melalui website maupun softopy dan perpustakaan (digital library), baik berupa karya ilmiah mahasiswa dan dosen mau pun jurnal online.

“Peningkatan ini juga menunjukkan pengakuan akan kinerja UGM dalam menghadirkan konten digital yang bermutu di dunia maya sekaligus menjadi bentuk penghargaan bagi para penggiat teknologi informasi di UGM,” paparnya.

 Baca Juga: 22 Kampus Indonesia Masuk Daftar Universitas Paling Top di Asia

Untuk itu Panut berharap pemeringkatan ini bisa dija dikan sebagai benchmarck terhadap institusi lain dan menjadi pendorong untuk perbaikan di waktu mendatang, terutama untuk meningkatkan kualitas di tingkat dunia.

“Ini akan menjadi penyematan UGM masuk 500 besar tingkat dunia,” ungkapnya.

Senada, Kepala Bidang Humas dan Protokol UGM Iva Ariani mengatakan, hasil pemeringkatan ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi UGM. Peringkat yang diperoleh menunjukkan capaian dari upaya UGM dalam men diseminasi ilmu pengetahuan, informasi, serta karya-karya warga Kam pus UGM.

“Capaian ini sekaligus menjadi tantangan bagi UGM untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi menjadi lebih baik lagi agar website UGM bisa menjadi jendela informasi bagi masyarakat,” tuturnya dalam rilisnya kemarin.

Sekretaris Direktur Direk torat Sistem dan Sumber Daya Informasi (DSSDI) UGM Triyogatama Wahyu Widodo menambahkan, ada empat indikator penilaian Webometric meliputi presence, impact, openness, dan excellence. Presence yang diukur berdasar jumlah website di UGM, termasuk subdomainnya. Lalu impact dinilai dari jum lah backlink dari website luar.

Berikutnya openness diukur berdasar jumlah file Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps, .eps), Microsoft Word (.doc, .docx) dan Microsoft Powerpoint (.ppt, .pptx) yang bisa diakses dan terhu bung dengan domain website universitas.

Terakhir excellence yang dinilai berdasar jumlah artikel publikasi ilmiah karya civitas academica UGM yang terindeks pada jurnal internasional bereputasi tinggi. Dari empat indikator ini, impact yang paling besar bobotnya, yakni mencapai 50%.

“Ini menandakan website UGM banyak menjadi rujukan di website lain,” tambahnya.

Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristek Dikti Ismunandar sangat mengapresiasi prestasi yang diraih salah satu kampus yang berstatus berbadan hukum tersebut.

“Tentu kita ikut berbangga dan mengucapkan selamat. Semoga karya dan inovasi terus meningkat,” katanya kemarin.

Guru besar termuda ITB itu menjelaskan, capaian prestasi dunia itu berhasil diraih tentu karena tidak terlepas dari sumber daya yang dimiliki. Dia mengatakan, berbagai karya publikasi internasional hingga inovasi riset yang dimiliki turut mengantar penghargaan tersebut. Ismunandar optimistis perguruan tinggi lain, baik negeri ataupun swasta, pun bisa mendapat prestasi kelas dunia juga.

“Tentu dengan strategi yang tepat sehingga karya-karya nya yang nyata dapat segera naik peringkat juga,” katanya.

Ismunandar menekankan, pada intinya pemerintah terus dan akan mendorong setiap perguruan tinggi untuk merealisasi visi dan misi masingmasing.

Dia menjelaskan, tidak semua kampus memiliki visi misi menjadi world class university. Sebab yang tidak kalah penting adalah ada kampus yang unggul dalam pembelajaran ataupun di pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu anggota Komisi X DPR Ferdiansyah juga menyampaikan selamat kepada UGM atas prestasi yang diraih. Ferdi berharap prestasi internasional yang diraih UGM akan memacu kampus-kampus lain di Indonesia untuk meraih peng hargaan serupa ataupun yang lebih baik.

Dia berpendapat, agar semakin banyak kampus lain yang meraih penghargaan, harus ada kebijakan khusus dari Kemenristek Dikti. Caranya Kemenristek Dikti memilih kampus mana yang berpotensi bisa masuk 500 besar dunia.

“Jadi kita bisa ada acuan kampus mana yang bisa dibina dan dibimbing untuk bisa masuk 500 besar dunia dalam beberapa tahun mendatang,” katanya.

Ferdi menjelaskan, perguruan tinggi yang ditunjuk itu bisa dilihat dari kriteria berapa lulus an yang dihasilkan, berapa jumlah doktor, seberapa tinggi kualitas publikasi yang dihasilkan, dan kriteria lain yang ditentukan.

Namun pembinaan ini tidak bisa dilihat hasilnya dalam kurun waktu 1-2 tahun. Menurut dia, bisa saja pemerintah menargetkan dalam jangka waktu lima tahun sudah ada hasil yang bisa didapatkan. (Priyo Setyawan/Neneng Zubaidah)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini