nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kurikulum SMK Tidak Menghasilkan Lulusan untuk Kerja

Fathnur Rohman, Jurnalis · Kamis 07 Februari 2019 16:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 07 65 2014885 kurikulum-smk-tidak-menghasilkan-lulusan-untuk-kerja-xXoiVtumwk.jpg Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Foto: Okezone)

CIREBON - Lulusan dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ternyata menjadi penyumbang angka pengangguran tertinggi di Jawa Barat. Hal tersebut diungkapkan langsung, oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, saat menghadiri Musprov VII Kadin Jawa Barat, di Ballroom Aston Cirebon Hotel & Convention Center, Jl Brigjend Dharsono, Kabupaten Cirebon, hari ini.

"SMK kita ini kita Review, ini perintah Pak Presiden langsung, karena penyumbang pengangguran terbesar dari SMK," ujarnya saat ditemui Okezone, Kamis (7/2/2019).

Baca Juga: Pengangguran Turun, Partisipasi Kerja Lulusan SMK Tembus 13,7 Juta Orang

Pria yang disapa Emil itu mengungkapkan, jika kurikulum yang dipakai oleh sejumlah SMK di Jawa Barat sekarang, tidak bisa menghasilkan lulusan yang mudah bekerja di era industri sekarang.

"Artinya kurikulumnya tidak menghasilkan lulusan yang mudah kerja. Maka kita akan evaluasi," tambahnya.

Baca Juga: Slogan "SMK BISA!" Benarkah Lulus Bisa Langsung Kerja?

Dirinya mengaku, jika sudah mengevaluasi kurikulum yang ada, Kedepannya sejumlah SMK yang ada di Jawa Barat akan direposisi, menyesuaikan dengan sistem ekonomi baru, dimasa mendatang, sedangkan sejumlah SMK lainnya akan dipertahankan.

"Nanti ada SMK yang dipertahankan, ada juga yang direposisi menyesuaikan ekonomi baru dimasa depan," katanya.

Dia juga mengingatkan, agar masyarkat yang hidup di Jawa Barat, termasuk pelajar SMK harus hidup layak. Suapaya, tidak ada lagi ketimpangan yang terjadi.

"Masyarakat Jabar hampir ada 50 juta. Mereka harus bahagia lahir baik," pungkasnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini