nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terlibat Krisis Diplomatik, Prancis Tarik Dubesnya dari Italia

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 08 Februari 2019 10:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 08 18 2015175 terlibat-krisis-diplomatik-prancis-tarik-dubesnya-dari-italia-qS58c3H8XR.jpg Foto: Reuters.

ROMA – Kekisruhan diplomatik antara Prancis dan Italia yang dimulai sejak beberapa bulan lalu semakin memburuk setelah Paris menarik duta besarnya dari Italia. Langkah itu dilakukan Prancis sebagai protes atas “serangan yang tak berdasar dan klaim yang aneh” dari pemimpin Italia terhadap Prancis.

Diwartakan BBC, Jumat (8/2/2019) Prancis mengatakan pada Kamis bahwa pihaknya telah memanggil duta besarnya untuk Italia guna melakukan pembicaraan. Disebutkan bahwa situasi itu belum pernah terjadi sebelumnya sejak akhir Perang Dunia II.

Langkah itu diambil setelah Wakil Perdana Menteri Italia, Luigi Di Maio melakukan pertemuan dengan demonstran “rompi kuning” di dekat Paris pada Selasa. Prancis memperingatkan Italia untuk tidak mencampuri urusan negara lain.

Hubungan antara kedua negara pendiri Uni Eropa itu telah tegang sejak partai populis Gerakan Bintang Lima Italia dan partai Liga sayap kanan membentuk pemerintah koalisi pada Juni 2018. Sejak itu, Pemerintah Prancis dan Italia seringkali berdebat dan saling serang terkait berbagai isu, termasuk masalah imigrasi.

Keributan kali ini bermula setelah Di Maio, pimpinan dari Gerakan Bintang Lima, bertemu dengan pimpinan demonstran anti-pemerintah Prancis, rompi kuning pada Selasa.

Di Maio mem-posting foto dirinya di Twitter sedang sedang bersama pemimpin rompi kuning Christophe Chalençon dan anggota rompi kuning yang maju dalam pemilihan di Parlemen Eropa pada Mei. Foto itu membuat Paris berang.

"Selama beberapa bulan, Prancis menjadi sasaran tuduhan berulang-ulang, serangan tidak berdasar dan klaim aneh," demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri Prancis dalam pernyataannya pada Kamis.

"Intervensi terbaru merupakan provokasi tambahan dan tidak dapat diterima. Mereka melanggar rasa hormat yang disebabkan oleh pilihan demokratis yang dibuat oleh negara yang merupakan teman dan sekutu. Tidak setuju adalah satu hal, untuk mengeksploitasi hubungan untuk tujuan pemilihan adalah hal lain. "

Wakil PM Italia lainnya, Matteo Salvini mengatakan bahwa dia bersedia untuk berbicara dengan Presiden Emmanuel Macron untuk membahas situasi itu. Namun, dia juga meminta Prancis untuk mengembalikan militan sayap kiri yang diburu otoritas Italia dan berhenti mengembalikan imigran ke wilayah Italia.

Sementara itu Di Maio membela keputusannya untuk bertemu dengan para demonstran rompi kuning, dan menyebut Prancis sebagai sekutu dan tema bagi Italia.

"Presiden Macron pada beberapa kesempatan menyerang pemerintah Italia karena alasan politik mengingat pemilihan Eropa. Ini tidak mempengaruhi perasaan persahabatan yang mengikat kedua negara kita dan tidak akan pernah," katanya.

Dalam kunjungannya ke Beirut, Lebanon, PM Italia Giuseppe Conte mengatakan bahwa dirinya berharap situasi yang terjadi antara kedua negara dapat segera diselesaikan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini