nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ambil Setengah Liter Darah Anaknya Sekali Setiap Pekan, Seorang Ibu Dijebloskan ke Penjara

Indi Safitri , Jurnalis · Jum'at 08 Februari 2019 11:57 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 08 18 2015235 ambil-setengah-liter-darah-anaknya-sekali-setiap-pekan-seorang-ibu-dijebloskan-ke-penjara-Uf05g6nxYB.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

HERNING – Pengadilan di Denmark, menjatuhkan hukuman empat tahun penjara kepada seorang ibu yang diketahui telah mengambil setengah liter darah dari putranya sekali sepekan selama enam tahun. Seorang ibu yang merangkap sebagai perawat terlatih itu mulai mengambil darah anaknya ketika putranya masih berusia 11 bulan.

Wanita berusia 36 tahun itu mengatakan dia tidak akan mengajukan banding atas putusan yang dijatuhkan oleh pengadilan di Kota Herning bagian barat Denmark. Dia mengakui kesalahannya dan mengatakan dia tidak melakukannya secara sadar.

“Itu bukan keputusan yang saya ambil secara sadar. Saya tidak tahu kapan saya mulai melakukan apa yang tidak berhak saya lakukan. Itu terjadi secara bertahap. Saya membuang darah itu ke toilet dan memasukkan jarum suntiknya ke tempat sampah,” katanya kepada pengadilan, sebagaimana dilansir dari The Sun pada Jumat (8/2/19).

Menurut laporan dari lipstickalley, bocah yang sekarang berusia tujuh tahun dan tinggal bersama ayahnya itu, menderita penyakit usus tak lama setelah kelahirannya. Selama bertahun-tahun, dokter sampai bingung dan tidak dapat menjelaskan mengapa ia memiliki sedikit darah dalam sistemnya.

Ibunya mengatakan kepada dokter rumah sakit bahwa jumlah darah putranya yang rendah disebabkan oleh penyakit sumsum tulang yang langka.

Untuk memperbaiki keadaan, dokter memberinya 110 transfusi darah selama bertahun-tahun. Lama-kelamaan dokter tersebut curiga terhadap ibunya dan polisi mulai melakukan penyelidikan.

Dia ditangkap pada September 2017 dengan membawa kantong darah.

Di media sosial, ia menampilkan dirinya sebagai ibu tunggal yang berjuang untuk putranya yang sakit.

Para ahli psikiatris mengatakan kepada pengadilan bahwa mereka percaya sang ibu menderita sindrom munchausen, yaitu suatu kondisi langka di mana seseorang yang biasanya seorang ibu, mengarang suatu penyakit untuk seorang tanggungan dan menempatkan mereka melalui perawatan medis yang tidak perlu.

Namun, mereka menganggapnya cukup sehat untuk masuk penjara. Dia juga telah dilarang untuk bekerja di profesi keperawatan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini