nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengelolaan Hutan Sosial, Jokowi: Dulu, Rakyat Kelola 1 Hektare Saja Sulit!

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 08 Februari 2019 13:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 08 337 2015272 pengelolaan-hutan-sosial-jokowi-dulu-rakyat-kelola-1-hektare-saja-sulit-D0vrQeBRoV.JPG Presiden Joko Widodo dalam kunker ke Cianjur, Jawa Barat (Foto: Fakhrizal Fakhri/Okezone)

CIANJUR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap bahwa pemerintahan sebelumnya memberikan pemanfaatan hutan sosial kepada perusahan hingga seluas 300 ribu hektare.

Padahal, kata dia, masyarakat dan petani biasa sangat sulit untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial untuk rakyat meski luas tanahnya hanya satu hektare.

"Masak ada yang sampai 200-300 ribu hektare. Rakyat mengelola satu hektare saja sulit," ucap Jokowi saat menghadiri penyerahan SK pemanfaatan perhutanan sosial di Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Jumat (8/2/2019).

Kepala Negara menegaskan, saat ini pemerintah akan mengutamakan rakyat kecil dibandingkan perusahaan besar untuk kelola lahan milik pemerintah itu. Pemerintah telah menyerahkan sebanyak 2,53 juta hektare dari target seluas 12,7 juta hektare tanah perhutanan sosial untuk masyarakat.

"Ini akan terus kita berikan supaya tanah itu menjadi jelas kepada siapa diberikan, tanah itu menjadi produktif. Tidak diberikan ke yang gede-gede seperti yang lalu-lalu," kata dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu memastikan bakal mengambilalih tanah perhutanan sosial bila ada perusahan yang tak mengubah lahan tersebut menjadi tanaman berproduktif. Bagi dia, lebih baik tanah tersebut diserahkan kepada masyarakat.

Jokowi Kunker ke Cianjur

"Yang gede-gede sekarang kalau saya lihat tidak produktif, tidak dipakai, saya ambil lagi. Mana sini? Saya berikan nanti kepada rakyat," ujar Jokowi.

Ia lantas berpesan masyarakat agar memanfaatkan lahan yang telah diberikan pemerintah untuk menanam berbagai macam komoditas.

"Jangan sampai lahan yang sudah kita berikan, tadi di Jawa Barat 13.900 hektare, tapi tidak produktif, harus semuanya produktif. Sebentar lagi, bulan depan kita berikan lagi untuk Jawa Barat, juga di provinsi-provinsi yang lain," tuturnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini