nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pro Kontra Parkir Liar, Dikeluhkan tapi Digemari karena Praktis dan Murah

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Sabtu 09 Februari 2019 09:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 08 338 2015517 pro-kontra-parkir-liar-dikeluhkan-tapi-digemari-karena-praktis-dan-murah-3CNQJ1ahio.JPG Sejumlah mobil terparkir di bahu jalan (Foto: Achmad Fardiansyah/Okezone)

KEBERADAAN parkir liar di trotoar maupun bahu jalan hingga kini masih menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Ada yang merasa terbantu karena dianggap praktis, namun adapula yang mengeluhkannya karena dituding sebagai pemicu kemacetan parah di jalanan ibu kota.

Seorang warga Berlan, Matraman, Jakarta Timur, Anggi (28) misalnya. Ia mengaku sangat terganggu dengan adanya motor-motor yang terparkir di atas trotoar.

"Parkir liar bikin macet. Menghambat orang lewat dan jalan kaki," ujar Anggi saat berbincang dengan Okezone di kawasan Matraman, belum lama ini.

Bahkan, kata dia, saking banyaknya motor berjejer di trotoar, pernah hampir membahayakan nyawa pejalan kaki karena terpaksa harus berjalan di tepi jalan yang rawan terserempet kendaraan.

"Belum lama ini ada yang hampir keserempet mobil, karena kan di sini sempit. Banyak motor parkir, untung aja itu orangnya bisa menghindar jadi enggak celaka," tuturnya.

Parkir Liar

Ie mengaku heran dengan perilaku masyarakat ibu kota yang dengan entengnya menggunakan bahu jalan dan trotoar untuk memarkir kendaraan. Padahal sudah jelas, bahwa keberadaan trotoar sejatinya diperuntukkan bagi pejalan kaki. Yang lebih aneh kata Anggi, banyak ditemukan parkir liar justru terlihat di kantor-kantor pemerintahan, seperti kantor polisi, BUMN dan lembaga peradilan.

"Seperti di Jalan Kramat Raya. Banyak mobil parkir di bahu jalan di trotoar, bikin jalanan macet," ucapnya mengeluhkan.

Bahkan saking kesalnya, ia pernah menegur langsung salah seorang pengguna parkir liar. Namun, respons yang didapatnya justru di luar dugaan. "Mereka malah lebih galak dari kami yang pejalan kaki," ujar Anggi.

Lebih lanjut dirinya berharap Pemprov DKI bisa lebih tegas dan tidak pandang bulu dalam menindak keberadaan parkir liar. "Kalau perlu ditindak aja itu mobil yang parkir liar, atau bahkan pemiliknya juga ditilang saja sekalian," katanya kesal.

Infografis Lipsus Parkir Liar

Hal senada diungkapkan salah satu pejalan kaki, Joko. Selain menggangu pejalan kaki, keberadaan parkir liar kata dia juga merusak pemandangan jalanan ibu kota. "Terkesan kelihatan jadi semrawut dan macet. Lebih banyak mudaratnya lah," kata Joko.

Ia lantas mendesak polisi untuk lebih tegas menindak para pengguna lahan parkir ilegal berikut jukirnya. "Denda saja yang berat, biar kapok," ujarnya.

Namun, kesan berbeda justru dirasakan oleh Roni. Ia mengaku tidak terlalu mempersoalkan kemacetan yang diakibatkan oleh kendaraan yang parkir sembarangan. Ia justru merasa terbantu dengan keberadaan parkir liar di setiap titik jalanan ibu kota, karena dianggap praktis dan murah tarifnya.

"Kalau macet sih di sini dari zaman dulu sudah macet. Kita sebenarnya terbantu juga (adanya parkir liar-red). Jadi, enggak apa-apa," kata Roni.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini