nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Revitalisasi Pendidikan Vokasi Jadi Fokus Bahasan di Rembuk Nasional

Ade Rachma Unzilla , Jurnalis · Jum'at 08 Februari 2019 17:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 08 65 2015441 revitalisasi-pendidikan-vokasi-jadi-fokus-bahasan-di-rembuk-nasional-a8jMls0bRi.jpg Foto: Ketua Streering Comittee RNPK 2019 Ananto

JAKARTA - Sebagai wujud membangun sinergi antara seluruh pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, dan masyarakat. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menyelenggarakan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2019.

Adapun salah satu isu yang akan dibahas adalah Revitalisasi Pendidikan Vokasi. Staf Ahli Mendikbud Bidang Inovasi dan Daya Saing selaku Ketua Steering Comittee RNPK 2019 Ananto Kusuma Seta mengaku, bahwa vokasi adalah tugas yang besar.

"PR vokasi besar, tidak hanya Indonesia loh, kemarin saya juga ke beberapa negara persoalannya vokasi," ujarnya di kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Baca Juga: Kemendikbud Gandeng KPK Bentuk Tim Kawal Anggaran Pendidikan

Revitalisasi pendidikan vokasi yang nantinya akan dibahas meliputi pengembangan sertifikasi kompetensi, penguatan kerja sama lembaga pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri, penguatan kewirausahaan, dan penuntasan peta jalan revitalisasi pendidikan vokasi di provinsi.

Ananto juga menjelaskan, bahwa saat ini masih berlangsung program keahlian ganda yang dilaksanakan oleh Kemendikbud. Sekitar 15.000 guru sudah diberi pengalaman kemahiran sesuai dengan bidangnya.

Baca Juga: Kemendikbud Siap Gelar Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2019

Dia juga menggambarkan bahwa mencari guru vokasi itu tidak semudah mencari guru biasa. Pasalnya, beberapa guru yang dibutuhkan tidak sesuai dengan jurusan di vokasi.

"Kalau jurusan keguruan matematika kan ada, tapi kalau kelautan, IT, industri kreatif itu kan tidak. Jadi kita mencari lulusan-lulusan umum yang punya kemampuan di bidangnya," katanya.

Sebagai contoh, saat ini Kemendikbud melakukan kerja sama dengan PT Astra Internasional Tbk, ada pegawai yang ingin pensiun muda dan menjadi guru itu diperbolehkan. Asal, memiliki kemampuan dan nantinya akan dilakukan penyetaraan selama 6 bulan - 1 tahun.

Seperti diketahui, revitalisasi pendidikan vokasi ini dinilai Presiden Joko Widodo sebagai salah satu kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bersama di Indonesia.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini