nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kepulauan Terpencil Rusia Umumkan Keadaan Darurat Karena "Invasi" Beruang Kutub

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 11 Februari 2019 12:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 11 18 2016279 kepulauan-terpencil-rusia-umumkan-keadaan-darurat-karena-invasi-beruang-kutub-1W8Pb8puiy.jpg Foto: Reuters.

MOSKOW - Sebuah kepulauan terpencil di wilayah Rusia mengumumkan keadaan darurat setelah “diinvasi” oleh puluhan beruang kutub. Hal itu dilaporkan oleh kantor berita pemerintah TASS pada Sabtu.

Seorang pejabat setempat, Alexander Minayev mengatakan bahwa 52 beruang kutub terlihat di dekat Belushya Guba, sebuah pemukiman di Kepulauan Novlaya Zemlya di Laut Artik, antara Desember sampai Februari. TASS melaporkan, beberapa dari hewan kutub itu telah menyerang warga dan memasuki bangunan perumahan.

“Warga, sekolah dan taman kanak-kanak mengajukan banyak keluhan lisan dan tertulis yang menuntut untuk kepastian keamanan di pemukiman,” kata pemerintah regional kepada TASS.

“Orang-orang ketakutan. Mereka takut meninggalkan rumah dan rutinitas sehari-hari mereka rusak. Orangtua takut membiarkan anak-anak pergi ke sekolah atau taman kanak-kanak. ”

Beruang-beruang itu tampak tidak terpengaruh dengan adanya anjing, pagar tambahan di sekitar sekolah dan bangunan, bahkan oleh mobil patroli.

TASS melaporkan, sebuah tim ahli akan dikirim ke Novaya Zemlya untuk menilai perilaku beruang-beruang itu. Laporan itu juga menyebutkan bahwa pengawas lingkungan negara itu telah menolak izin yang memungkinkan orang-orang untuk membunuh beruang-beruang yang agresif.

Laporan TASS tidak menyebutkan mengenai penyebab beruang-beruang tersebut muncul dan “menginvasi” Belushya Guba.

Populasi beruang kutub di dunia diperkirakan hanya berjumlah 26.000 ekor saja. Hewan itu dikategorikan sebagai hewan yang terancam oleh Dinas Perikanan dan Margasatwa Amerika Serikat pada 2008 di tengah keprihatinan mengenai perubahan iklim dan hilangnya habitat hewan tersebut.

Kelompok konservasi Beruang Kutub mengatakan, meskipun serangan terhadap manusia jarang terjadi, insiden itu diperkirakan akan meningkat karena semakin banyak es di lautan yang mencair dan hewan menghabiskan lebih banyak waktu di darat.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini