nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PVMBG: Gunung Karangetang Tercatat Mengalami 43 Kali Gempa

Isal Faisal, Jurnalis · Selasa 12 Februari 2019 11:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 12 340 2016731 pvmbg-gunung-karangetang-tercatat-mengalami-43-kali-gempa-0bIXLvsPaU.jpg Gunung Karangetang. (Foto: Okezone)

JAKARTA Gunung Karangetang di Sulawesi Utara yang berstatus Siaga atau Level III diketahui terus mengalami aktivitas vulkanik. Tercatat gunung tersebut diguncang gempa sebanyak 43 kali pada Senin 11 Februari 2019.

Mengutip dari situs resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Selasa (12/2/2019), melalui rekaman seismograf diketahui Gunung Karangetang diguncang 42 kali gempa embusan, 1 kali gempa vulkanik dangkal, dan tremor menerus dengan amplitudo 0,25 mm dominan 0,25 mm.

(Baca juga: 227 Warga Masih Mengungsi Pascaerupsi Gunung Karangetang)

"Dari kemarin hingga pagi ini visual gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama teramati berwarna putih tebal setinggi 150 meter. Embusan asap dari Kawah II teramati berwarna putih-kelabu setinggi 50 meter di atas puncak. Angin bertiup lemah ke arah selatan dan barat. Suara gemuruh lemah sampai agak kuat terdengar sampai di Pos PGA. Panjang tumpukan/leleran lava Sungai Melebuhe 3.500 meter dari Puncak Kawah II. Di ujung tumpukan/leleran lava terjadi penguapan dan menimbulkan kepulan asap putih tebal mengepul dan guguran dari pinggiran tubuh lava sering terjadi yang menimbulkan asap coklat, kelabu terkadang kehitaman tipis sampai tebal. Saat ini aliran lava sudah mencapai laut," tulis PVMBG.

PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Karangetang dan pengunjung atau wisatawan agar tidak mendekati serta tidak melakukan pendakian dan beraktivitas di dalam zona bahaya, yaitu radius 2,5 hingga 4 kilometer.

"Masyarakat di sekitar Gunung Karangetang yang berada di area barat laut-utara dari Kawah Dua, di antaranya Desa Niambangeng, Desa Beba, dan Desa Batubulan agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran Gunung Karangetang yaitu di luar zona bahaya tersebut pada poin di atas," tulis PVMBG.

(Baca juga: PVMBG Tetapkan Zona Berbahaya Sektoral Gunung Karangetang)

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari Puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini