nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Senat AS Usulkan Aturan yang Akan Cegah Saudi Buat Senjata Nuklir

Thasyanur Azizah, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 12:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 13 18 2017261 senat-as-usulkan-aturan-yang-akan-cegah-saudi-buat-senjata-nuklir-FlsntzWvpk.jpg Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman pernah mengutarakan rencananya untuk membuat senjata nuklir. (Foto: Reuters)

WASHINGTON – Senator Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat dan Partai Republik mengajukan resolusi pada Selasa (12/2/2019) yang akan mengatur segala kesepakatan mengenai kerja sama teknologi nuklir antara AS dengan Arab Saudi. Ketentuan tersebut akan mencegah negara kerajaan itu membuat senjata nuklir sendiri.

Sebagaimana diberitakan Reuters, di bawah ketentuan itu, setiap perjanjian kerja sama nuklir sipil, atau perjanjian 123, antara perusahaan AS dengan Arab Saudi harus mencegah pengayaan uranium atau pemrosesan ulang plutonium yang dibuat dalam reaktor. Dua langkah itu merupakan cara yang bisa digunakan rute untuk membuat senjata nuklir.

Belum diketahui apakah mayoritas Senat, yang beranggotakan 100 orang, akan mendukung resolusi yang diusulkan Jeff Merkley dan Ed Markey dari Partai Demokrat serta Rand Paul dari Partai Republik tersebut. Resolusi ini dikabarkan tidak bersifat terikat dengan pemerintah AS.

BACA JUGA: Iran Kembangkan Bom Nuklir, Arab Saudi Tak Mau Ketinggalan

Dukungan signifikan terhadap resolusi tersebut dapat dilihat sebagai kekhawatiran di Kongres atas kampanye pengeboman yang dipimpin Arab Saudi di Yaman, serta insiden pembunuhan jurnalis Saudi yang berbasis di AS, Jamal Khashoggi, di konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober lalu.

Sekretaris Badan Energi AS, Rick Perry, telah mengadakan pembicaraan secara diam-diam dengan para pejabat dari Arab Saudi mengenai perjanjian berbagi teknologi nuklir. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menjadi tuan rumah para eksekutif tenaga nuklir pada Selasa, 12 Februari, membicarakan pemantauan industri agar tetap kompetitif dalam ekspor dengan Prancis, China, dan Rusia.

Amerika Serikat dikabarkan sedang mencoba memajukan teknologi energi nuklir di dalam maupun luar negeri, karena industri ini membutuhkan pasokan gas alam dan biaya keamanan yang tinggi di dalam negeri. Sebuah resolusi dapat menekan pemerintah untuk mendorong kesepakatan dengan standar yang lebih keras.

“Jika Arab Saudi akan mendapatkan teknologi nuklir, sangat penting bahwa kami memegangnya pada standar emas untuk non-proliferasi,” kata Merkley pernyataan yang dikutip dari Reuters, Rabu (13/2/2019).

“Hal terakhir yang harus dilakukan Amerika adalah secara tidak sengaja membantu mengembangkan senjata nuklir untuk aktor jahat di panggung dunia.”

Arab Saudi memang telah menyatakan ingin dapat memproduksi bahan bakar nuklir sendiri, dan tidak tertarik menggunakan teknologi nuklir tersebut untuk kepentingan militer. Namun, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengatakan kepada CBS pada tahun lalu, bahwa kerajaan akan mengembangkan senjata nuklir jika Iran melakukannya.

BACA JUGA: Arab Saudi Teken Kesepakatan Nuklir dengan Rusia

Dalam pembicaraan sebelumnya, Arab Saudi telah menolak untuk menandatangani perjanjian dengan AS yang akan mencegah mereka melakukan pengayaan uranium. Namun, Kedutaannya di Washington belum menanggapi kabar tersebut.

Tahun lalu, Arab Saudi memasukkan AS dalam daftar negara-negara yang dipertimbangkan untuk mengajukan tawaran proyek pembangunan tenaga nuklir– bersama dengan Prancis, China, dan Rusia. Pemenang tawaran proyek itu kemungkinan akan diumumkan pada 2019.

Pembangun reaktor asal Amerika, Westinghouse, yang dimiliki oleh Brookfield Asset Management Inc, kemungkinan akan menjual teknologi nuklir ke Arab Saudi dalam kesepakatan apa pun.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini