nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aktivitas Kegempaan Gunung Karangetang Menurun, tapi Masih Siaga

Athallah Muti, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 12:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 13 337 2017286 aktivitas-kegempaan-gunung-karangetang-menurun-tapi-masih-siaga-R8WoSx2aK8.jfif Guguran lava Gunung Karangetang (PVMBG)

JAKARTA – Aktivitas kegempaan Gunung Karangetang, Sulawesi Utara menurun. Pada Selasa 12 Februari kemarin, gunung setinggi 2.460 meter di atas permukaan laut (mdpl) mengalami 19 kali gempa. Padahal sehari sebelumnya digoyang 43 kali gempa.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, Rabu (13/2/2019), berdasarkan rekaman seismograf, Gunung Karangetang dilanda 16 kali gempa embusan dan tiga gempa tektonik jauh sepanjang Selasa kemarin.

“Tremor menerus dengan amplitudo 0,25 mm, dominan 0,25 mm,” tulis PVMBG dalam website resminya.

Sementara pada Senin lalu, Karangetang dilanda 42 kali gempa embusan dan satu kali gempa vulkanik dangkal.

PVMBG menyebutkan, dari kemarin hingga pagi tadi visual Gunung Karangetang terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama teramati putih tebal setinggi 100 meter. Embusan asap dari Kawah II teramati putih kebiruan setinggi 50-100 meter di atas puncak.

Angin bertiup lemah ke arah timur dan barat daya. Suara gemuruh lemah sampai agak kuat terdengar sampai di Pos Pemantau Gunung Api.

Gunung Karangetang (Subhan/Okezone)

Gunung Karangetang statusnya masih Siaga atau Level III.

PVMBG merekomendasikan masyarakat agar tidak beraktivitas dalam radius 2,5 hingga 4 kilometer dari kawah.

Masyarakat sekitar gunung di antaranya Desa Niambangeng, Desa Beba dan Desa Batubulan agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran Karangetang.

“Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai,” sebut PVMBG.

Masyarakat sekitar Karangateng juga dianjurkan menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini