nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bangun MRT Fase II, Pemprov DKI Dapat Hibah Rp8,9 Triliun

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 19:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 13 338 2017541 bangun-mrt-fase-ii-pemprov-dki-dapat-hibah-rp8-9-triliun-h18KNvkalV.jpg Proyek MRT.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendapatkan dana hibah dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebesar JP¥70,02 miliar atau sekira Rp 8,9 triliun untuk membiayai proyek MRT Fase II Bundaran HI-Kampung Bandan.

Komposisi dari peruntukan hibah tersebut adalah JP¥59,1 miliar untuk pekerjaan sipil, JP¥6,31 miliar untuk jasa konsultasi, JP¥4,6 miliar untuk dana tak terduga.

Berdasarkan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD), Pemprov DKI Jakarta diwajibkan menyediakan fasilitas penunjang untuk kelancaran proyek MRT fase II, sesuai rencana penggunaan hibah dan rencana tahunan hibah.

Pemprov DKI Jakarta juga wajib menyampaikan laporan triwulan pelaksanaan kegiatan kepada Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu dan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

MRT Akan Beroperasi Pertengahan Maret Tahun Depan

Proyek MRT merupakan proyek strategis nasional, di mana pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta bersama-sama menanggung beban pinjaman dengan proporsi 51% ditanggung oleh Pemprov DKI Jakarta, sedangkan pemerintah pusat menanggung 49% yang dihibahkan kepada Pemprov DKI Jakarta.

(Baca juga: Menhub: MRT Jadi Bukti Indonesia Tidak Kalah dengan Singapura)

Adapun pinjaman yang dimaksud di sini adalah pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA) yang bekerjasama dengan PT MRT Jakarta dalam pelaksanaan proyek MRT fase I dan juga kedepannya dalam proyek MRT fase II.

“Pemerintah pusat mendukung secara menyeluruh, karena ini proyek strategis nasional yang akan memberikan dampak bukan hanya warga Jakarta, melainkan seluruh rakyat Indonesia,” kata Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (13/2/2019).

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menuturkan, proyek itu belum bisa berjalan karena titik lokasi depo MRT fase II belum diputuskan.

"Fase II ini sampai dengan Kota kemudian nanti dari Kota kemudian nanti akan ke arah timur ke kawasan BMW dan Ancol. Jadi Kampung Bandan tidak lagi menjadi bagian dari proses ini," ujarnya.

Menurut dia, Kemensetneg sedang mengumpulkan beberapa pihak terkait untuk merampungkan rencana pembangunan tersebut.

Adapun rencana ground breaking MRT fase II juga masih terkendala oleh izin pembangunan receiving sub station (RSS) dan stasiun di kawasan Monas yang hingga saat ini masih belum dikeluarkan oleh Kemensekneg.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini