nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lanjutkan Praktik Hukuman Mati, Sri Lanka Mulai Buka Lowongan Kerja untuk Algojo

Indi Safitri , Jurnalis · Kamis 14 Februari 2019 13:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 14 18 2017868 lanjutkan-praktik-hukuman-mati-sri-lanka-mulai-buka-lowongan-kerja-untuk-algojo-uzqP1Dy0CM.jpg Lowongan kerja untuk posisi algojo yang diiklankan di surat kabar Sri Lanka. (Foto: Reuters)

KOLOMBO – Sri Lanka mulai mengiklankan perekrutan algojo usai presidennya berjanji untuk memberlakukan kembali hukuman mati yang telah dihapuskan empat dekade lalu sebagai bagian dari gerakan penumpasan narkoba yang terinspirasi oleh Filipina.

Menurut iklan yang dipasang oleh otoritas penjara, seorang calon algojo harus memiliki kekuatan mental dan karakter moral yang baik untuk mengisi posisi yang telah lama kosong itu. Ada dua posisi algojo yang tersedia dan hanya pria Sri Lanka berusia antara 18 sampai dengan 45 tahun yang bisa mendaftar untuk mengisinya.

Diwartakan Al Jazeera, Kamis (14/2/2019), Sri Lanka tidak pernah lagi memberlakukan hukuman gantung sejak diterbitkannya moratorium eksekusi mati pada 1976, tetapi Presiden Maithripala Sirisena pekan lalu mengumumkan rencana untuk melanjutkan pelaksanaan hukuman gantung dalam waktu dua bulan.

Sirisena mengatakan kepada parlemen bahwa dia berkomitmen untuk mengembalikan hukuman mati bagi para pelanggar narkoba, setelah bersumpah untuk memberantas kejahatan terkait narkotika.

Setelah kunjungannya ke Filipina bulan lalu, Sirisena mengatakan ingin meniru taktik Presiden Rodrigo Duterte yang kontroversial dalam menangani obat-obatan terlarang.

Para kriminal di Sri Lanka awalnya memang dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan, pemerkosaan, dan kejahatan yang terkait dengan narkoba, tetapi pada akhirnya hukuman mereka diubah menjadi hukuman penjara seumur hidup.

Seorang algojo yang bekerja di penjara utama di Kolombo menyatakan pensiun pada 2014, tetapi upaya untuk menggantikannya dilaporkan gagal. Tiga rekrutan algojo baru berhenti dalam beberapa pekan tanpa ada pekerjaan yang harus dilakukan.

Iklan lowongan pekerjaan yang telah dipasang menginformasikan bahwa calon algojo yang terpilih nanti akan dirujuk ke Rumah Sakit Nasional untuk tes pemeriksaan kekuatan mental.

Kandidat yang terpilih akan ditawari upah maksimum sebesar USD208 (sekira Rp2.9 juta) dalam sebulan dan akan memenuhi syarat untuk pensiun negara.

Kementerian kehakiman mengatakan telah menyelesaikan prosedur administrasi untuk mengeksekusi lima terpidana narkoba. Namun, Sirisena belum menandatangani surat kematian dari seorang tahanan yang dihukum.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini