nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Viral Video Keranda Mayat Dihanyutkan Warga di Sungai Lamong Gresik

Ashadi Ikhsan (Koran Sindo), Jurnalis · Kamis 14 Februari 2019 13:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 14 519 2017867 viral-video-keranda-mayat-dihanyutkan-warga-di-sungai-lamong-gresik-Gz30aPtUJO.jpg (Foto: Ashadi Ikhsan)

GRESIK – Jagat maya dihebohkan dengan video pendek keranda mayat dihanyutkan warga di Sungai Lamong, Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim). Warga Dusun Gorean Lor, Desa Cermen Lerek, Kecamatan Kedamean, terpaksa melakukan hal tersebut agar bisa cepat mencapai lokasi tempat pemakaman umum (TPU) yang berada di seberang Kali Lamong.

Informasi yang dirangkum, keranda mayat itu membawa jenazah Bu Sayu, seorang warga setempat. Keranda itu ditempatkan di atas ban mobil yang dijadikan sebagai pelampung. Tampak ada tujuh warga yang mengikutinya dari belakang dengan cara mencemplungkan badan ke Kali Lamong yang kedalamannya mencapai 1,5 meter.

“Ini masih lumayan tidak begitu dalam,” ujar Ketua GP Ansor Ranting Cermen Lerek Nur Huda (34), seperti dilansir dari iNews, Kamis (14/2/2019).

Perangkat Bidang Kesra Cermen Lerek Marzuki mengatakan, upaya menghanyutkan keranda jenazah itu karena merupakan cara paling cepat untuk sampai TPU. Sebab, jika mengikuti jalur normal melalui darat harus menempuh jarak 6 Kilometer (Km).

(Baca juga: Viral Jenazah Ditandu 60 Km karena Keluarga Tak Mampu Bayar Biaya Pesawat)

“Dulu kan TPU jadi satu. Tapi karena Cermen Lerek kena banjir tahunan Kali Lamong. Akhirnya kena sodetan dan TPU nya terpisah kena Kali Lamong,” katanya.

Marzuki menambahkan, menghanyutkan keranda jenazah dilakukan pada saat Kali Lamong sedang pasang. Kalau surut, bisanya langsung dibawa berantai untuk menyeberanginya.

“Karena memang tidak ada jembatan. Kami sudah lama mengeluhkan ke Pemkab tapi tidak pernah direspons,” tuturnya.

Diketahui, biasanya hal seperti ini tidak pernah diekspos. Namun, saat meninggalnya Sayu ada upaya sengaja di-viralkan untuk menarik perhatian pihak berwenang.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini