Pemerintah Deportasi WNA asal Mesir yang Jadi Pengemis

Antara, · Jum'at 15 Februari 2019 15:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 15 340 2018433 pemerintah-deportasi-wna-asal-mesir-yang-jadi-pengemis-SYWUqGTsKj.jpg WNA asal Mesir dideportasi (Antaranews)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia mendeportasi Warga Negara Asing (WNA) asal Mesir bernama Tarek Ashour Mostafa Abdelaty karena menjadi pengemis di Provinsi Riau.

"Alasan deportasi karena dia selama di Indonesia luntang-lantung dan malah meminta-minta uang ke orang," kata Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru, Junior Sigalingging di Pekanbaru, melansir dari antaranews, Jumat (15/2/2019).

 Baca juga: 28 Atlet Indonesia Akan Dideportasi dari Malaysia

Tarek Ashour dideportasi hanya membawa kantor plastik warna putih yang berisi sehelai baju yang dibawanya. Bahkan, Rudenim Pekanbaru sampai memberikan pakaian muslim lengan panjang kepadanya agar Tarek terlihat lebih rapi saat dideportasi.

 WNA asal mesir dideportasi (Antaranews)

Junior mengatakan Tarek diberangkatkan ke Bandara Soekarno-Hatta menggunakan pesawat Batik Air pukul 08.00 WIB, dan di tempatkan semalam di ruang detensi imigrasi bandara tersebut. Sebabnya, pesawat Tarek ke Mesir dijadwalkan pada Sabtu (16/2).

 Baca juga: Bayi Perempuan Berusia 2 Bulan Dideportasi dari Malaysia

Junior menjelaskan Tarek masuk ke Indonesia melalui Kota Dumai pada September 2018 sebagai turis, memanfaatkan kebijakan bebas Visa di Indonesia. Di paspornya, Tarik tercatat lahir di Giza tanggal 15 Agustus 1970.

"Dia lalu ke Pekanbaru dan aktivitasnya luntang-lantung saja," kata Junior.

Ia mengatakan Tarek sempat mencoba menyeberang ke Malaysia dari Dumai pada November tahun lalu, namun ditolak oleh Imigrasi Malaysia dan diperintahkan kembali ke Indonesia melalui Dumai. Akhirnya, Imigrasi Dumai menahannya dan dipindahkan ke Rudenim Pekanbaru pada Desember 2018 untuk proses deportasi.

 Baca juga: Gara-Gara Cekcok di Pesawat, 2 Bule Cantik Asal Australia "Ditolak" Masuk Bali

Junior mengatakan proses deportasi cukup memakan waktu lama karena Kedutaan Besar Mesir untuk Indonesia awalnya tidak mau membiayai deportasi Tarek. Akhirnya, Pemerintah Indonesia menyanggupi membelikan tiket pesawat dari Pekanbaru ke Bandara Soekarno-Hatta untuk Tarek, dan tiket pesawat selanjutnya dibiayai oleh Pemerintah Mesir.

"Jadi dia sudah dua bulan lebih di Rudemin Pekanbaru karena perwakilan Mesir awalnya cuek saja," ujar Junior Sigalingging.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini