Share

Debat Kedua Pilpres: Unicorn hingga "Perang Tagar" Warganet

Agregasi BBC Indonesia, · Senin 18 Februari 2019 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 18 605 2019389 debat-kedua-pilpres-unicorn-hingga-perang-tagar-warganet-hRxf8mlrlR.jpg Jokowi dan Prabowo Subianto. (Foto: MNC Media)

DALAM debat kedua Pilpres 2019, topik yang dibahas adalah infrastruktur, lingkungan, sumber daya alam, energi, dan pangan. Masing-masing capres dalam debat kali ini tidak didampingi calon wakil presiden.

Dari aksi saling berbalas tanda pagar sampai cek fakta atas pernyataan masing-masing kandidat, berikut lima hal yang dibahas warganet dari debat tersebut.

1. Perang tagar antara dua kubu pendukung

Di media sosial, ada dua tagar yang ramai digunakan oleh masing-masing pendukung capres, yaitu #debatpintarjokowi dan #PrabowoMenangDebat.

Dalam catatan Spredfast, saat berita ini ditayangkan pada Minggu 17 Februari 2019 malam, tagar #debatpintarjokowi sudah digunakan dalam hampir 107.000 cuitan sejak mulai muncul pada Jumat 15 Februari.

Sementara tagar #PrabowoMenangDebat yang muncul pada Sabtu 16 Februari dipakai di sekira 101.000 lebih cuitan.

Namun, pengamat politik dari Indikator Burhanudin Muhtadi menyebut aksi saling balas tagar yang terjadi di media sosial tak terjangkau oleh sebagian besar pemilih Indonesia.

Saat debat dimulai, pengamat terorisme Sidney Jones berkomentar bahwa Prabowo seperti Hugo Chavez. Sementara Jokowi terlihat sangat santai dan percaya diri.

Keriuhan antara pendukung dua capres tersebut pun tidak hanya terjadi di media sosial menggunakan tagar, namun juga lewat yel-yel yang terdengar di lokasi.

2. Sanksi perusak lingkungan dan konflik agrarian

Saat ditanya soal langkah strategis untuk mengatasi akar masalah lingkungan, Prabowo mengatakan bakal melakukan penegakan hukum yang tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang melanggar aturan lingkungan dan tidak mau membayar pajak untuk membersihkan limbah.

Selain itu, kata dia, "Saya akan pisahkan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Yang satu harus mengawasi yang lain, tidak menjadi satu. Izin-izin akan kita perketat, tidak ada jalan untuk AMDAL yang sangat cepat."

Sedangkan Jokowi mengklaim dalam tiga tahun terakhir pemerintahannya bisa mengatasi kebakaran hutan dan lahan gambut karena penegakan hukum yang tegas.

"Sudah ada 11 perusahaan yang harus membayar sanksi sebesar Rp18,3 triliun. Penegakan hukum kita tegas terhadap pelanggar-pelanggar perusak lingkungan," kata Jokowi.

Namun, klaim soal sanksi ini dipertanyakan oleh organisasi lingkungan Greenpeace dan warganet.

Selain itu, pernyataan Presiden Jokowi soal tidak adanya konflik lahan dan agraria dalam pembangunan infrastruktur mendapat pertanyaan dari sebagian warganet, selain juga oleh LSM hak asasi manusia KontraS.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

3. Sindiran Jokowi untuk 'lahan luas Prabowo'

Salah satu pertanyaan yang diberikan kepada capres petahana Jokowi adalah terkait reformasi agraria. Menurutnya, dalam dua tahun terakhir, pemerintahannya telah membagikan konsesi-konsesi lewat perhutanan sosial untuk hak ulayat, petani, nelayan.

Saat diberi kesempatan untuk menanggapi, Prabowo menyebut bahwa berdasarkan UUD 1945, bumi, air, dan sumber daya alam harus dikuasai oleh negara.

Tetapi, Jokowi kemudian menanggapi dengan mengatakan bahwa pembagian konsesi dalam ukuran besar tidak dilakukan di masa pemerintahannya, dan dia lebih memfokuskan pada pembagian untuk rakyat, sambil menyebut bahwa Prabowo memiliki tanah di Kalimantan Timur sebesar 220.000 hektare dan di Aceh Tengah seluas 120.000 hektare.

Pernyataan Presiden Jokowi ini ramai dibahas oleh warganet, ada yang mempertanyakan kebenarannya, ada yang keberatan dengan pernyataannya yang dianggap tidak pantas dalam debat, dan ada juga warganet yang menanggapinya dengan humor.

Dalam kata-kata penutupnya, Prabowo membenarkan pernyataan Jokowi soal tanah yang dimilikinya.

"Tadi disinggung, tanah yang saya luasnya ratusan ribu hektare, itu benar. Tapi itu HGU (hak guna usaha), setiap saat negara bisa mengambilnya kembali."

"Tapi daripada jatuh ke orang asing, lebih baik saya kelola sendiri karena saya nasionalis dan patriot."

4. Strategi untuk unicorn

Dalam sesi debat inspiratif, Jokowi bertanya apa program Prabowo untuk "unicorn"? Prabowo bertanya balik, "Apa yang Bapak maksud dengan unicorn?"

Warganet pun membantu menjawab dengan berbagai meme. Tapi sebenarnya yang dimaksud dengan "unicorn" adalah perusahaan startup dengan valuasi di atas USD1 miliar atau sekira Rp13 triliun.

5. Meme dan 'debat sebel'

Meme apa yang paling populer dari debat kedua kali ini?

Selain soal unicorn, tampaknya berbagai ekspresi wajah Jokowi inilah yang kemudian ramai dibagikan oleh warganet sebagai gif dan foto reaksi.

Namun warganet juga menggunakan tagar #DebatSebel untuk membagikan konten-konten lucu terkait debat kedua pilpres 2019 di media sosial.

Menurut catatan Spredfast, tagar tersebut sudah digunakan dalam lebih dari 50.000 cuitan sejak muncul Minggu (17/02) saat debat dimulai pada 20.00 WIB sampai berita ini diterbitkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
COUNTDOWN
PILPRES
Menuju Pesta Demokrasi 2024