Serap Aspirasi, Caleg Perindo Blusukan Temui Nelayan di Bengkulu

Demon Fajri, Jurnalis · Senin 18 Februari 2019 04:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 18 606 2019357 serap-aspirasi-caleg-perindo-blusukan-temui-nelayan-di-bengkulu-96Ta1oLujO.jpg Caleg Perindo Putri Mukaramah menemui para nelayan di Bengkulu. (Foto: Demon Fajri/Okezone)

BENGKULU – Calon anggota legislatif DPR RI dari Partai Perindo daerah pemilihan Provinsi Bengkulu, Putri Mukaramah, blusukan dan menjalin aspirasi masyarakat. Ia blusukan hingga permukiman penduduk di Kelurahan Pondok Besi, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, Minggu 17 Februari 2019.

Tidak hanya itu, caleg nomor 4 ini juga mendengarkan aspirasi warga setempat dan kalangan nelayan di sekitar Pantai Tapak Paderi, Kelurahan Kebun Keling, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu.

Berdasarkan pantauan Okezone, Putri berkunjung dari rumah ke rumah penduduk sekitar sambil mendengarkan aspirasi secara langsung kepada masyarakat yang selama ini masih butuh perhatian serius. Begitu juga dengan kalangan nelayan.

Putri mengatakan, blusukan yang dilakukan di Kelurahan Pondok Besi dan Kelurahan Kebun Keling guna mengetahui secara langsung apa yang masih butuh perhatian di lingkungan masyarakat setempat.

''Saya sudah keliling ke permukiman penduduk dan nelayan. Dari blusukan ini, saya banyak mendengar aspirasi mereka,'' kata Putri.

Dari blusukan di tempat pelelangan ikan (TPI) Kelurahan Kebun Keling, ucap Putri, nelayan tidak hanya membutuhkan bantuan alat tangkap dan kapal, tapi juga edukasi terhadap penggunaan bantuan tersebut, sehingga bantuan dapat digunakan sebagaimana mestinya.

''Nelayan tidak hanya butuh bantuan. Bantuan akan sia-sia saja jika tidak ada edukasi untuk nelayan. Dana memang penting, begitu juga dengan fasilitas pendukung alat tangkap. Tapi, nelayan juga butuh edukasi,'' kata Putri.

Nelayan, sambung Putri, mendapat penghasilkan berdasarkan cuaca. Hal itu tentunya dari DPR RI harus memikirkan solusi. Di mana, kata dia, nelayan mesti memiliki pekerjaan sampingan, sehingga kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi.

"Saya lihat penghasilan mereka (nelayan) berdasarkan cuaca, ini harus dipikirkan. Melalui edukasi dan kreativitas, nelayan dapat melakukan pekerjaan lainnya. Ketika cuaca buruk,'' tutur Putri.

''Berjualan secara online, misalnya. Sebelumnya, harus ada edukasi terlebih dahulu. Kita akan pikirkan semuanya, ketika ada perwakilan yang duduk di Senayan,'' ucap Putri.

Sementara pengusaha ikan di Kelurahan Kebun Keling, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, Haris Munandar mengatakan kalangan nelayan di wilayah Kebun Keling tidak hanya membutuhkan bantuan kapal dan alat tangkap, namun juga edukasi.

Sebab, kata dia, jika nelayan hanya diberikan bantuan, terkesan manja. Sementara nelayan-nelayan juga membutuhkan kemampuan melalui pelatihan-pelatihan.

''Selama ini bantuan dari pemerintah susah dimanfaatkan. Sebab, bantuan yang diberikan tanpa adanya edukasi yang diberikan kepada nelayan,'' ucap Haris.

Bantuan kapal, tutur Haris, tidak tidak cocok untuk wilayah pantai di Bengkulu. Kap bodi kapal bantuan terlalu ringan sehingga tidak cocok dengan gelombang laut di Bengkulu.

''Kapal bantuan yang diberikan tidak cocok dengan laut di Bengkulu. Kap bodi kapal-nya lebih ringan,'' ucap Haris.

''Harapan saya, ada yang memikirkan nelayan untuk memberikan edukasi dan bukan hanya bantuan. Ini tidak lain untuk membangun Bengkulu lebih baik,'' kata Haris.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini