nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menristek Cabut Izin 243 Perguruan Tinggi Swasta Bermasalah

Selasa 19 Februari 2019 09:56 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 19 65 2019923 menristek-cabut-izin-243-perguruan-tinggi-swasta-bermasalah-Kjg1Xt76qv.jpg Foto: Menristekdikti (Okezone)

MEDAN - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, mengatakan, pemerintah hingga saat ini telah menutup sebanyak 243 perguruan tinggi swasta (PTS) di Tanah Air karena dianggap bermasalah dan tidak mematuhi peraturan.

"Izin operasional PTS itu, dibekukan sehingga lembaga pendidikan tersebut tidak dibenarkan lagi menerima mahasiswa baru," kata Nasir, usai menjadi pembicara utama pada Sidang Paripurna Majelis Senat Akademi PTNBN 2019, dikutip dari Antaranews, di Gelanggang Mahasiswa Universitas Sumatera Utara di Medan, Selasa (19/2/2019).

Kemenristekdikti mencabut izin PTS itu, menurut dia, setelah melakukan berbagai pertimbangan dan kajian, serta tidak mungkin lagi dipertahankan.

"PTS tersebut, dihentikan beroperasi karena melakukan pelanggaran yang cukup berat dan mengeluarkan ijazah Strata (S-1) palsu, serta memperjualkan belikan dokumen penting tersebut," ujar Nasir.

Baca Juga: Perguruan Tinggi Swasta Diharapkan Tembus Peringkat 500 Dunia

Dia menyebutkan, PTS tersebut, tidak dapat berkembang lagi dan kekurangan mahasiswa, tidak memiliki lahan/tanah untuk dibangun gedung kuliah.

Kemudian, PTS yang tidak memenuhi persyaratan, beberapa kali mendapat peringatan dari Kemenristekdikti, dan kesalahan lainnya.

"Kemenristekdikti tetap melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap PTS, sehingga dapat lebih maju dan berkembang," ucap dia.

Ketika ditanyakan PTS yang ditutup di wilayah Sumatera Utara, Nasir mengatakan tidak mengetahuinya.

"Silahkan tanyakan saja kepada Kopertis Wilayah I Sumut, karena institusi itu yang mengetahui PTS-PTS itu," kata dia.

Baca Juga: Mahasiswa Lokal Diyakini Sanggup Bersaing di Era Global

Sebelumnya Nasir mengatakan, kuliah secara "online" atau pembelajaran secara daring dapat meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di perguruan tinggi.

"Kuliah online tersebut merupakan pembelajaran baru, dan tengah diuji coba oleh tujuh perguruan tinggi di tanah air," kata dia.

Uji coba pembelajaran secara daring atau "e-learning", menurut dia, mulai dilaksanakan pada awal Februari 2019.

"Diharapkan pembelajaran melalui online, dapat diterapkan di lingkungan perguruan tinggi, dan termasuk pada Universitas Sumatera Utara," ujar dia.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini