nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bocah SD Dicabuli di Kandang Sapi, Pelaku Ngaku Gemas dengan Korban

krjogja.com, Jurnalis · Jum'at 22 Februari 2019 23:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 22 510 2021664 bocah-sd-dicabuli-di-kandang-sapi-pelaku-ngaku-gemas-dengan-korban-0vRMVy0r4p.jpg Ilustrasi Pelecehan Seksual Anak (foto: Okezone)

SLEMAN - Entah apa yang merasuki RB (53) warga Berbah Sleman hingga tega mencabuli tetangganya yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Aksi bejat RB, dilakukan di kandang sapi tak jauh dari rumah korban.

Aksi tersangka terungkap setelah korban mengadukan perbuatan RB kepada ibunya dan melaporkan peristiwa tersebut ke kepolisian.

(Baca Juga: Ditolak Bersetubuh untuk Kesekian Kali, Dosen Sebar Foto Bugil Mahasiswinya) 

Korban pencabulan RB, yakni Kencur (nama samaran) yang menyandang disabilitas low vision. Menurut Kasat Reskrim Polres Sleman Polda DIY AKP Anggaito Hadi Prabowo, sebelum kejadian, korban yang berusia 7 tahun itu baru saja pulang sekolah dan melihat sapi di kandang bersama ibunya. Saat itu tersangka RB juga berada di kandang tersebut.

”Korban ini sudah sering main ke kandang untuk melihat sapi. Korban juga sudah kenal dengan tersangka RB karena mereka bertetangga,” jelas AKP Anggaito Hadi Prabowo dikonfirmasi.

Karena masih menggunakan seragam, tersangka menganjurkan ibu korban agar pulang membawa baju ganti. Sementara korban ditinggal bersama tersangka RB. Saat ibu korban pergi ke rumah itulah tersangka RB beraksi. Tersangka membuka baju korban dan melakukan pencabulan.

”Saat ibu korban datang, baju korban sudah terlepas dan korban mengaku dipegang alat vitalnya oleh tersangka,” ungkap AKP Anggaito.

(Baca Juga: Hamili Gadis Belia, "Predator Anak" di Semarang Diburu Polisi) 

Sementara Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sleman Iptu Bowo Susilo menambahkan, ibu korban sempat berkonsultasi ke guru korban dan akhirnya membuat laporan ke Polres Sleman. Petugas langsung melakukan pemeriksaan termasuk terhadap tersangka RB.

”Tersangka akhirnya mengakui perbuatannya. Dari pengakuannya, dia melakukan perbuatan tersebut karena khilaf, gemas dengan korban,” ucap Iptu Bowo.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini