Mengenal Generasi X, Milenial hingga Alpha

Sabtu 23 Februari 2019 07:38 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 22 65 2021335 mengenal-generasi-x-milenial-hingga-alpha-Sqqae6P5An.jpeg Milenial (Ilustrasi: Shutterstock)

4. Milenial (1981-1994)

Work life balance, itulah motto sebagian besar generasi milenial. Tidak melulu mengejar harta, tapi milenial lebih mengejar solidaritas, kebahagiaan bersama, dan eksistensi diri agar dihargai secara sosial.

Selain mengalami transisi dari segala hal yang bersifat analog ke digital, milenial atau generasi Y juga ini tumbuh seiring dengan semakin matangnya nilai-nilai persamaan dan hak asasi manusia, sehingga mempengaruhi pembawaan mereka yang bisa dinilai lebih demokratis.

Meski hidupnya tampak selalu bersenang-senang, justru ini generasi yang digadang-gadang tengah memberi banyak pengaruh baik untuk masa depan bangsa.

Para milenial lebih jeli dalam melihat suatu peluang, terutama bisnis dengan konsep yang lebih inovatif. Contoh yang paling nyata adalah keberhasilan startup unicorn milik salah seorang milenial Indonesia, yakni Bukalapak.

5. Generasi Z (1995-2010)

Dengan perkembangan teknologi yang semakin berkembang pesat di generasi Z, mereka seolah tak bisa lepas dari gadget dan aktivitas media sosial. Menurut lansiran socialmediaweek.org, 44 persen dari Gen Z memeriksa media sosial setidaknya setiap jam sekali.

Alhasil, mereka lebih cepat memperoleh informasi dari pada generasi-generasi sebelumnya. Meski suka dengan hal yang bersifat instan, generasi ini tetap memilik kelebihan tak jauh berbeda hampir seperti ‘kakak-kakaknya’ terdahulu.

milenial

Teknologi bagi mereka dapat melakukan apa saja termasuk belajar dan bekerja, bukan sekadar bersenang-senang. Maka tak sedikit dari Gen Z yang kini menjadikan media sosial sebagai lahan mereka untuk mencari penghasilan. Seperti membuka online shop atau menjadi influencer muda.

6. Alpha (>2010)

Sekitar 2,5 juta generasi alpha lahir di setiap minggu. Fakta ini membuat prediksi jumlahnya akan sangat membengkak dengan jumlah sekitar 2 miliar pada 2025.

Seperti dua generasi sebelumnya, mereka yang lahir setelah tahun 2010 sudah familiar dengan teknologi bahkan sejak usia yang sangat belia. Generasi alpha lebih tertarik bermain gadget dibandingkan permainan tradisional anak di era sebelumnya.

Watak mereka dalam bekerja dan bagaimana kecenderungannya menghabiskan uang, sementara belum dapat diprediksi. Mengingat untuk saat ini, umur paling tua dari generasi alpha adalah tujuh tahun.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini