Wali Kota Semarang: Seksi Sekali Bawaslu Berani Tegur Gubernur

Taufik Budi, iNews.id · Senin 25 Februari 2019 15:42 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 25 512 2022548 wali-kota-semarang-seksi-sekali-bawaslu-berani-tegur-gubernur-OZyxLR95hJ.jpg Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Foto: Okezone)

SEMARANG – Keputusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah yang menyebut Gubernur Jateng Ganjar Pranowo beserta sejumlah kepala daerah karena memberi dukungan pada capres nomor urut 01, mengundang reaksi beberapa kalangan.

“Ini memang seksi sekali Bawaslu berani menegur Gubernur, kepala daerah. Seksi sekali, tapi jangan seperti itu, ini jadi preseden yang buruk, terutama buat kita-kita yang memang hari ini ada di wilayah politik,” ujar Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Senin (25/2/2019).

Baca Juga: Deklarasi 35 Kepala Daerah Dukung Capres Tak Langgar Aturan Pemilu, Tapi...

Ganjar

Menurutnya, kepala daerah tak lepas dari jabatan politik. Meski demikian, usai dilantik menjadi kepala daerah akan melayani seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang politik masing-masing warga.

“Sudah saya janji melayani masyarakat kami di Semarang ini tanpa sekat, baik yang warnanya merah, kuning, biru, ini pasti kita layani baik. Tapi boleh dong pada saat kita ada sebuah tugas dari partai, kita harus menjalankan tugas dengan baik,” terangnya.

“Kita bukan kutu loncat yang kemudian di warna ini gitu jadi partainya enggak usah didukung, terus nanti kalau enggak didukung pindah. Kita ini kader (parpol) tulen, jadi Bawaslu tidak melihat itu,” tambahnya.

Politikus PDIP itu pun menilai, keputusan Bawaslu Jateng yang menganggap 35 kepala daerah telah melanggar Undang-Undang tentang Pemerontah Daerah perlu dikoreksi. Untuk itu, pihaknya melayangkan protes keras.

“Saya tidak sepakat dan protes keras bahwa yang dilakukan Bawaslu hari ini dengan menegur Pak Gubernur dan kawan-kawan kepala daerah ini adalah hal yang menurut saya harus dikoreksi,” tegasnya.

Ganjar

Baca Juga: Polri Punya Satgas Nusantara yang Bertugas Dinginkan Tensi Politik di Medsos

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini