Mendagri Sebut Kunci Kerawanan Pemilu Ada di Penghitungan Suara

Antara, · Senin 25 Februari 2019 22:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 25 605 2022706 mendagri-sebut-kunci-kerawanan-pemilu-ada-di-penghitungan-suara-k8Qc16HEva.jpg Mendagri Tjahjo Kumolo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyebutkan, kunci kerawanan Pemilu Serentak 2019 berada pada tahapan penghitungan suara.

"Kunci kerawanan itu nanti pada tahap penghitungan suara. Apalagi, dibutuhkan 11 menit per orang. Kemudian, per-TPS itu apakah bisa selesai pada pukul 23.00, 24.00. Itu saya (kira) kunci kerawanan termasuk perhitungan suara," kata Tjahjo usai menghadiri Rakor Kadiv Propam Polri dan Rakortek POM TNI se-Indonesia, di Jakarta seperti dikutip dari Antaranews.com, Senin (25/2/2019).

Untuk daerah yang rawan, lanjut dia, Kemendagri telah melakukan pemetaan daerah rawan pemilu, yakni di Papua. "Kalau Kemendagri, area yang rawan itu adalah masih di Papua karena Papua masih menggunakan sistem noken, kondisi geografis," kata Tjahjo.

(Baca Juga: Polisi Segera Limpahkan Kasus Ketum PA 212 ke Kejaksaan)

Ilustrasi

Ia pun mendorong semua elemen bangsa, termasuk TNI-Polri dan ASN melakukan sosialisasi agar masyarakat punya hak, sadar untuk menggunakan hak pilihnya secara demokratis. Sebab, kunci kesuksesan pemilu juga tak bisa dilepaskan dari netralitas aparatur sipil negara (ASN).

"Dengan sistem apapun, toh di pegunungan masih noken, ya sistem noken yang demokratis. Sehingga siapa yang mewakili warganya itu bisa dihitung dengan detail. Saya kira itu aja kuncinya. Jadi, netralitas ketiga perangkat tadi kami akan jamin, kemudian deteksi dini. Karena kuncinya ada pada stabilitas dan pemilu bisa tertunda kalau ada bencana alam," tuturnya.

(Baca Juga: Mendagri Persilakan Bawaslu Klarifikasi 15 Camat se-Makassar yang Nyatakan Dukung Jokowi)

Tjahjo menambahkan, kunci sukses pemilu ialah jika setiap tahapan dilakukan sesuai PKPU yang sudah dibuat. Selain itu, partisipasi politik masyarakat untuk menggunakan hak pilih juga penting untuk mengurangi golongan putih (golput).

"Peran Polri dan TNI dalam menyosialisasikan penggunaan hak pilih akan efektif karena mereka mengetahui kondisi di daerah masing-masing," tutur Tjahjo.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini