nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perahu Terbalik di Yapen Papua, Dua Tenaga Medis Meninggal Dunia

Edy Siswanto, Jurnalis · Selasa 26 Februari 2019 09:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 26 340 2022835 perahu-terbalik-di-yapen-papua-dua-tenaga-medis-meninggal-dunia-prL6GiQM1O.jpg Tim evakuasi perahu terbalik di Perairan Aisau, Distrik Raimbawi, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua. (Foto: Edy Siswanto/Okezone)

JAYAPURA – Dua tenaga medis Serui dikabarkan meninggal dunia setelah perahu motor tempel yang ditumpangi bersama sembilan orang lainnya, termasuk motoris, terbalik di Perairan Aisau, Distrik Raimbawi, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, pada Senin 25 Februari 2019, sekira pukul 14.00 WIT.

Kedua tenaga kesehatan tersebut adalah dr Lutfi dan Riko Letrik Wutoi (mantri). Sementara sembilan korban selamat yakni Israwati (bidan), Nurul Cholifah (bidan), Nelma Katrin Wayangkau (perawat), Abraham Kayai (perawat), Aco Jaya (perawat), Usman Azis Sani (warga), Lewi (staf dinas kesehatan), Egron (motoris), dan seorang perawat istri dari Bapak Abraham yang belum diketahui namanya.

(Baca juga: Perahu Terbalik dan Hanyut di Sungai Ciujung Serang, 18 Selamat dan 2 Hilang)

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal melalui keterangannya mengatakan perahu jenis long boat bermesin 40 PK tersebut terbalik akibat dihantam gelombang tinggi sesaat setelah lepas dari Dermaga Kampung Aisau menuju Kampung Waindo.

(Foto: Edy Siswanto/Okezone)

"Informasi yang dilaporkan ke Polsek Yapen Timur pukul 20.00 WIT bahwa terjadi lama laut. Perahu terbalik akibat hantaman angin kencang dan gelombang tinggi sekira 20–30 meter dari dermaga," kata Kamal, Selasa (26/2/2019).

(Baca juga: Kapal Tujuan Malaysia Tenggelam Dihantam Ombak di Perairan Meranti)

Semua korban selamat dan meninggal dunia sudah dievakuasi ke Kampung Aisau. Hari ini para korban akan dievakuasi ke Serui.

Kini tim gabungan telah menuju Kampung Aisau dengan jarak tempuh sekira 2,5 jam. Tim menaiki Kapal milik Satuan Polair Polres Kepulauan Yapen.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang menggunakan jasa transportasi laut agar lebih waspada dalam melakukan aktivitas, mengingat dalam satu bulan terakhir terjadi cuaca ekstrem yaitu angin kencang dan gelombang yang sangat tinggi," kata Kamal.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini