nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tiga Kecamatan di Bandung Terendam Banjir, Ratusan Warga Mengungsi

CDB Yudistira, Jurnalis · Selasa 26 Februari 2019 12:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 26 525 2022931 tiga-kecamatan-di-bandung-terendam-banjir-ratusan-warga-mengungsi-o8d6Lme9RS.jpg Ilustrasi banjir.

BANDUNG - Banjir masih merendam wilayah di Kabupaten Bandung. Setidaknya ada tiga wilayah yang masih tergenang banjir dan berdampak pada 10 ribu warga.

Tiga kecamatan yang masih dikepung banjir adalah Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojong Soang. Hujan deras jadi penyebab banjir.

3.005 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di Kecamatan Dayeuhkolot, 5. 271 di Kecamatan Baleendah dan 2.244 di Kecamatan Bojong Soang 2244.

"Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa kecamatan di Kabupaten Bandung, menyebabkan air Sungai Citarum meluap ke permukiman warga," ujar Pusdalops Jabar, Budi Budiman saat dikonfirmasi, Selasa (26/2/2019).

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Ada tiga desa di Kecamatan Dayeuhkolot yang terendam dengan ketinggian 10 sampai 130 sentimeter. Untuk di wilayah Pasawahan dan Desa Citereup, ketinggian air mencapai rata-rata 10 sampai 120 sentimeter.

(Baca juga: Tanggul Pasir Jati Bandung Jebol, 1 Tewas dan 2 Orang Hilang)

"Pengungsian di shelter Dayeuhkolot, tercatat 87 kepala keluarga dengan 249 jiwa yang terdiri dari 27 lansia, 19 balita, 4 bayi dan 4 ibu menyusui," ujarnya.

Untuk Kecamatan Baleendah dan Kecamatan Bojong Soang, air merendam dengan ketinggian rata-rata 10 sampai 130 sentimeter.

"Di Kecamatan Baleendah ada 260 jiwa mengungsi dan di Kecamatan Bojongsoang 375 jiwa terkena dampak. Total keseluruhan, ‎551 untuk pengungsi dari tiga kecamatan," jelasnya.

Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir ini. Pihak BPBD terus masih berkordinasi dengan instansi terkait guna penanganan terhadap warga pengung‎si di lokasi banjir.

"Satgas masih melakukan assesment. Kita menghimbau warga yang terdampak banjir, untuk segera mengungsi apabila terjadi hujan deras," ujarnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini