KPU Klungkung Bali Kekurangan 9.298 Lembar Surat Suara

Agregasi Balipost.com, Jurnalis · Rabu 27 Februari 2019 19:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 27 606 2023668 kpu-klungkung-bali-kekurangan-9-298-lembar-surat-suara-xZSJh9ZL9n.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

SEMARAPURA – KPU Klungkung, Bali, telah selesai menyortit dan melipat surat suara di gudang logistik telah rampung. Hasilnya, ribuan surat suara ditemukan rusak, karena kotor, robek, berlubang, warna pudar dan mengkerut.

Dari proses ini, dipastikan KPU Klungkung masih kekurangan ribuan lembar surat suara.

Berdasar data yang diperoleh dari KPU Klungkung, Rabu (27/2/2019), jumlah kebutuhan surat suara setiap pemilu mencapai 163.554. Antara lain dapil 1 (Kecamatan Klungkung) sebanyak 47.870 surat suara, dapil 2 (Dawan) sebanyak 32.729 surat suara, dapil 3 (Nusa Penida) sebanyak 47.057 surat suara dan dapil 4 (Banjarangkan) sebanyak 35.898 surat suara.

Karena melakukan pencoblosan lima kali, yakni untuk pemilu DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD RI dan Pemilu Presiden, maka jumlah tersebut dikalikan lima, maka diperoleh total kebutuhan sebanyak 817.770 surat suara.

(Baca Juga: KPU Tak Larang Iklan Kampanye di Media Sosial)

Kekurangan surat suara di Klungkng terdiri dari suara Pilpres kekurangan 739 surat suara, Pemilu DPR RI kekurangan 2.831, Pemilu DPD RI kekurangan 1.974, Pemilu DPRD Provinsi kekurangan 1.296 dan Pemilu DPRD Kabupaten kekurangan 2.458. Berarti total kekurangan surat suara untuk kelima pemilu tersebut, adalah 9.298 surat suara.

Sementara dari hasil sortir dan pelipatan, ditemukan kerusakan karena kotor (bernoda) sebanyak 1.399 surat suara, robek 140 surat suara, berlubang 12 surat suara, warna pudar 71 surat suara dan mengkerut. Rincian kerusakan ini, untuk model surat suara di luar surat suara Pemilu DPRD Kabupaten. Khusus untuk kerusakan surat suara DPRD Kabupaten, telah di update, mencapai sebanyak 778 surat suara.

Ketua KPU Klungkung Gusti Lanang Mega Saskara, sebelumnya mengatakan surat suara yang rusak demikian, akan segera dibuatkan berita acara dan dilaporkan ke KPU Pusat agar diberikan penggantinya. Demikian juga terkait kekurangan surat suara itu. Setiap surat suara yang rusak, sudah diminta dikumpulkan sesuai kerusakannya, agar mudah dihitung dan dilaporkan ke KPU RI.

Saat proses pelipatan ini, melibatkan 101 ibu rumah tangga. Proses pelipatan sudah tuntas, Selasa 26 Februari, untuk surat suara Pemilu Presiden upah melipatnya hanya Rp50 per lembar, surat suara DPD RI sebesar Rp85 per lembar dan surat suara DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten, masing-masing sebesar Rp120 per lembar. Sementara, total jumlah pemilih sesuai DPT sebanyak 160.080 orang dengan jumlah TPS sebanyak 619 TPS.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini