nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

1.000 Guru Digembleng di 15 Negara

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 27 Februari 2019 10:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 27 65 2023371 1-000-guru-digembleng-di-15-negara-UizFcj89wh.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Kemendikbud akan mengirim 1.000 guru untuk dilatih di 15 negara selama tiga pekan. Langkah ini dilakukan untuk penguatan metodologi dan kompetensi para pendidik tersebut.

Negara-negara yang menjadi tujuan ialah Finlandia, Korea, Jerman, Jepang, Prancis, Singapura, China, Hong Kong.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menjelaskan, pelatihan yang akan diberikan kepada para guru ini akan berbeda-beda. Kendati demikian, arahnya untuk penguatan metodologi serta untuk penguatan kompetensi.

“Intinya, kalau dikirim ke luar negeri wawasannya lebih terbuka. Ini juga dikirim ke negara-negara yang bisa jadi referensi, contoh, bench mark oleh guru yang akan dikirim,” ujar dia.

Baca Juga: Guru dan Tenaga Pengajar Harus Diberikan Pelatihan Abad 21

Menurut dia, para guru yang dikirim merupakan para guru yang berprestasi dalam sejumlah program. Selain para guru yang juara, seleksinya juga dilakukan berdasar asesmen yang dilakukan Kemendikbud melalui rekam jejak.

“Kemendikbud akan terus berusaha agar pelatihan guru ke luar negeri akan terus berlanjut, sehingga merekapun akan memiliki banyak pengalaman,” kata mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Supriano mengungkapkan, para guru yang terpilih program ini akan berangkat akhir bulan ini. Menurut dia, langkah ini di lakukan semata dalam rangka fokus ke pengembangan sumber daya manusia.

“Pendidikan yang baik itu pengaruhnya ke guru,” katanya di kantor Kemen dikbud kemarin. Supriano meminta para guru dapat meningkatkan kompe tensinya dalam proses pembelajaran dengan melihat perbandingan dari beberapa negara lain yang sudah maju.

Baca Juga: Bahas Sistem Zonasi, Mendikbud: Jumlah Guru PNS di Kota Kelebihan

Menurut dia, proses pendidikan yang baik akan tercipta di sekolah oleh guru yang kualitasnya baik pula. “Selanjutnya, Kemendikbud berharap akan ada perubahan dalam proses pembelajaran di sekolah ketika para guru ini telah mendapat pembekalan ilmu baru,” ujar dia.

Sementara itu, pengamat pendidikan UPI Bandung Said Hamid Hasan berpendapat pengiriman guru untuk dilatih ke luar negeri memang akan bisa menambah wawasan guru.

Said pun berharap pengiriman guru ke luar negeri ini hanya sebatas apresiasi atau hadiah atas prestasi yang telah ditunjukkan oleh guru yang sudah diseleksi, dan bukan untuk menyelesaikan masalah terkait kompetensi guru.

Ketua Divisi Smart Learning Center PB Persatuan Guru Republik Indonesia Richardius Eko Indrajit mengatakan saat ini siswa di Indonesia bisa dengan mudahnya mencari dan mempelajari bahan ajar melalui internet. Dia mengatakan, jika semua materi ajar ada di You Tube maka guru pun semestinya tidak mengajarkan yang sudah ada di internet tersebut.

“Di era disrupsi ini, guru harus menguasai siber pedagogi, yakni bagai mana cara kita mengajar saat semua bahan yang mau kita ajarkan sudah ada di internet," katanya. Dia menjelaskan, di era saat ini pedagogi siber diperlukan agar guru bisa membuat tugas siswa yang lebih menarik, yakni tugas yang tidak dengan mudahnya siswa mengopinya dari internet.

Guru harus pandai membuat tugas yang menantang siswa berimajinasi untuk menjawabnya dan dikomparasi dengan ilmu yang dibaca melalui buku.

Dia mengatakan, era disrupsi ini juga mengubah posisi guru bukan lagi menjadi sumber ilmu, melainkan menjadi arsitek kelas dengan fungsi sebagai fasilitator dan sahabat agar siswa mampu membaca, membandingkan, dan berargumentasi, sehingga nantinya ilmu yang didapat itu bukan se kadar ilmu akademis, melainkan juga ilmu hidup yang dibutuhkan siswa di masa depan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini