nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Atasi Grogi saat Presentasi atau Berpidato

Retno Tri Wardani, Jurnalis · Rabu 27 Februari 2019 14:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 27 65 2023514 cara-atasi-grogi-saat-presentasi-atau-berpidato-vXRvw7ciTc.jpg Foto: Getty Images

JAKARTA – Hampir kebanyakan orang cemas atau grogi ketika akan presentasi di lingkungan kerja, seperti dalam rapat kecil, presentasi ke dewan hingga pidato di acara konferensi. Apa pun itu, berdiri di depan orang lain dan berharap tidak melupakan dialog supaya tidak mengatakannya salah adalah resep untuk tingkat kecemasan yang tinggi.

David Burkus mengatakan, sebagian besar pekerjaan saya adalah berpidato. Jadi mau tak mau saat menunggu di belakang panggung harus segera bersiap. Ada seseorang bertanya sebelum berpidato.

"Apakah Anda gugup? Dan saya membalas hal yang persis sama setiap saat. Saya bilang tidak. Saya senang,” katanya, dilansir dari Psychology Today, Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Baca Juga: 6 Generasi Manusia, Anda Masuk Kelompok Mana?

David Burkus pun membagi tips kepada peserta untuk bisa atasi kecemasan. Dia membagi peserta menjadi dua kelompok dan kemudian membuat mereka menghadapi situasi yang menimbulkan kecemasan.

Kepada kelompok pertama, dia meminta untuk mengulangi penegasan ‘Saya Tenang’. Dia memberi penegasan kepada kelompok kedua, dengan hal berbeda.

Kelompok ‘Saya senang’ secara dramatis mengungguli kelompok ‘Saya tenang’. Mereka tampaknya memiliki pengalaman yang lebih baik seperti beberapa kecemasan mereka terangkat. Dan mereka memberikan presentasi yang lebih baik.

Baca Juga: 5 Tips Atur Uang untuk Mahasiswa yang Ngekos di Jakarta

Teori di balik mengapa ini bekerja adalah ketika Anda gugup, pasti merasakan hal tertentu. Dan jika mencoba menenangkan diri atau berbohong kepada diri sendiri serta mengatakan bahwa Anda bohong, jelas bahwa penegasan itu tidak sesuai dengan perasaan Anda.

Tapi kegugupan dan kegembiraan terasa sangat mirip, hanya saja berbeda untuk memahami apa yang tubuh rasakan. Jadi bisa membingkai ulang sensasi yang sama bukan sebagai kecemasan tetapi sebagai kegembiraan untuk menyampaikan pesan Anda ke dunia.

Jadi fakta bahwa Anda merasa gugup berarti ada potensi hasil positif itulah yang harus Anda fokuskan. Anda tidak gugup bahwa Anda tidak akan mendapatkan hasil positif itu, Anda gembira karena Anda bisa.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini