TKN Duga Ada Aktor Politik di Belakang Kampanye Hitam oleh 3 Ibu-Ibu

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Jum'at 01 Maret 2019 09:33 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 01 605 2024334 tkn-duga-ada-aktor-politik-di-belakang-kampanye-hitam-oleh-3-ibu-ibu-QHbtVxsVQb.jpg Ilustrasi Kampanye hitam (ist)

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon Jokowi-Ma'ruf Amin berharap agar pihak Kepolisian dapat mengusut tuntas terhadap tiga ibu-ibu pelaku kampanye hitam kepada Joko Widodo (Jokowi) di Karawang, Jawa Barat.

“Ini (kampanye hitam) harus diusut tuntas,” ungkap Juru Bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Irma Suryani Chaniago saat dihubungi Okezone, Kamis (1/3/2019).

 Emak-emak kampanye hitam

Irma berharap kepolisian dapat memeriksa lebih dalam terhadap ketiga pelaku kampanye hitam. Karena ia menduga terdapat aktor politik yang mendorong agar ketiga ibu-ibu tersebut melakukan kampanye hitam melalui ujaran kebencian kepada Jokowi.

 Baca juga: Menangkan Jokowi-Ma'ruf, TKN Akan Terapkan Strategi "Perang Total"

“Patut diduga ada aktor politik yang mendalangi mereka, dimulai dari kedekatan orang-orang tersebut dengan seseorang sih, pernah datang ke siapa dan photo dengan siapa ? Misalnya begitu ya,” tegas Irma.

“Karena saya yakin mereka di hire untuk itu (menyebarkan hoax),” tambah dia.

Sebelumnya, hoaks pelarangan azan dan pemerintah akan melegalkan pernikahan sejenis tersebut sempat viral karena ulah tiga ibu-ibu yang melakukan kampanye hitam untuk menyerang Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

 Baca juga: Perindo Target 3 Besar di Yogyakarta, Hary Tanoe: Caleg Harus Kerja Keras, Tepat Sasaran & Yakin

Saat ini, ketiga perempuan yaitu ES, warga Desa Wancimekar, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Karawang; IP, warga Desa Wancimekar, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Karawang; dan CW, warga Telukjambe, Desa Sukaraja, Kabupaten Karawang; itu telah ditetapkan sebagai tersangka.

Penetapan ‎tersangka kepada ketiganya berdasarkan dua alat bukti yang telah dikantongi polisi yakni ponsel dari masing-masing tersangka dan video.

 Baca juga: Isu Sektarian di Pilkada DKI Sengaja Dibawa ke Pilpres 2019

ini, ketiga orang ini dikenakan Pasal 28 ayat (2) Jo pasal 45A ayat (2) UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik; dan/atau pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 atau pasal 15 UU RI No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Untuk proses penyidikan, saat ini ditangani oleh Polres Karawang. Ketiganya pun ditahan di Polres Karawang.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini