nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Politeknik PUPR Dapat Banyak Bantuan Alat Laboratorium dari Asing

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 01 Maret 2019 17:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 01 65 2024583 politeknik-pupr-dapat-banyak-bantuan-alat-laboratorium-dari-asing-NJ1qImaQ1B.jpeg Politeknik PUPR (Foto: Kementerian PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membuka pendaftaran Politeknik PUPR di Semarang pada tahun ini. Pembukaan akan dilakukan pada tahun ajaran baru yang diperkirkan pada pertengahan tahun 2019.

Kepala BPSDM Kementerian PUPR Lolly Martina Martief mengatakan, untuk sementara biaya operasional dari kampus tersebut akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Ke depannya tidak menutup kemungkinan jika biaya operasional tidak lagi menggunakan uang negara.

Maksudnya bisa saja nanti pemerintah akan bekerjasama dengan swasta untuk operasional kampus tersebut. Skema yang digunakan pun sudah disiapkan dengan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

"Pasti dong nantinya begitu. Memang sementara ini gunakan APBN, tapi nanti lama-lama bisa berdiri sendiri ya misalnya dengan BLU dan sebagainya," ujarnya, saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Baca Juga: Kementerian PUPR Buka Pendaftaran Calon Mahasiswa di Politeknik PUPR Tahun Depan

Menurut Lolly, rencananya alat-alat laboratorium yang ada di Politeknik PUPR merupakan hasil kerjasama dengan pihak asing, seperti Japan International Coorporation Associate (JICA) yang penyumbangkan alat laboratorium di Polteknik PUPR.

"Karena kami juga rencanannya kan untuk peralatan workshop laboratorium dapat bantuan dari JICA," ucapnya.

Tak hanya JICA, beberapa perusahaan asing pun diketahui siap memberikan sumbangan untuk Politeknik PUPR. Misalnya dari Australia yang siap memberikan bantuan berupa alat lab di bidang jalan.

Kemudian ada perusahaan asal Belanda yang siap memberikan bantuan di bidang Sumber Daya Air (SDA). Sebab, belanda sendiri terkenal dengan negeri kincir angin dan baik dalam hal pengelolaan air.

Baca Juga: Kementerian PUPR Akan Bangun Jembatan Tano Ponggol di Kabupaten Samosir

Lalu untuk alat lab di bidang gedung akan mendapatkan sumbangan dari negara Prancis. Prancis memang menjadi negara yang terkenal dengan arstiekturnya yang menawan.

"Kemudian nanti bidang jalan Australia, SDA Belanda, nanti Perancis ada lagi bangunan gedung," ucapnya.

Dengan alat-alat canggih dari negara-negara besar diharapkan Sumber Daya Manusia yang dihasilkan bisa memiliki kualitas dunia. Dan setelah lulus diharapkan bisa memberikan kontribusi bagi negara yang tengah fokus membangun infrastruktur

"Jadi bener-bener untuk membentuk sesuatu yang lulusan situ heboh gitu lah," ucapnya

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini