TKN Yakin Jokowi-Ma'ruf Menang di Jawa Barat Meski Diterpa Berbagai Kampanye Hitam

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Sabtu 02 Maret 2019 06:32 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 02 605 2024792 tkn-yakin-jokowi-ma-ruf-menang-di-jawa-barat-meski-diterpa-berbagai-kampanye-hitam-7dE4iYuX6a.jpg Ace Hasan Syadzily (Okezone)

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin meyakini pasangan capres-cawapres nomor urut 01 itu akan unggul di Jawa Barat pada Pilpres 2019, meski diterpa berbagai kampanye hitam. Basis yang di Pilpres 2014 dikuasai Prabowo Subianto kini diklaim sudah dikuasai Jokowi.

Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengatakan, pemilih Jokowi-Ma'ruf di Jawa Barat kini sudah sangat solid, sehingga tak akan terpengaruh dengan kampanye hitam yang berupaya dilancarkan kubu lawan.

"Tetap solid walaupun selalu diterpa kampanye hitam," kata Ace yang juga politikus Partai Golkar asal Jabar kepada Okezone, Sabtu (2/3/2019).

Ace memprediksi Jokowi-Ma'ruf akan menang hampir di seluruh wilayah Jawa Barat. Wilayah yang pada Pilpres 2014 lalu jadi basis Prabowo, menurutnya kini bisa dikuasai Jokowi.

"Dulu pak Jokowi hanya menang di wilayah Pantai Utara Jawa Barat, seperti di Cirebon, Majalengka, Subang dan lain-lain," ujar Ace.

"Tapi kami yakin di wilayah Priangan seperti Bandung Raya, Cianjur, Tasikmalaya, Ciamis dan lain-lain pasangan kami akan unggul juga sekarang."

Jokowi-Ma’ruf gencar diserang kampanye hitam di Jawa Barat. Baru-baru ini terungkap tiga perempuan relawan Prabowo mengkampanyekan jika Jokowi terpilih maka akan melegalkan pernikahan sejenis. Mereka juga menyebut azan di masjid akan dilarang jika Jokowi menang.

Aksi mereka terekam kamera dan videonya viral di media sosial. Polisi akhirnya menangkap ketiga perempuan dan menjadikannya sebagai tersangka.

Ketiga perempuan berinisial ES, warga Desa Wancimekar, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Karawang; IP, warga Desa Wancimekar, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Karawang; dan CW, warga Telukjambe, Desa Sukaraja, Kabupaten Karawang.

Penetapan ‎tersangka kepada ketiganya berdasarkan dua alat bukti yang telah dikantongi polisi yakni ponsel dari masing-masing tersangka dan video.

Ketiganya dikenakan Pasal 28 ayat (2) Jo pasal 45A ayat (2) UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik; dan/atau pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 atau pasal 15 UU RI No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini