Pesawat Qantas Mendarat Darurat Setelah Terdengar Bunyi Keras

ABC News, · Selasa 05 Maret 2019 08:25 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 05 18 2025894 pesawat-qantas-mendarat-darurat-setelah-terdengar-bunyi-keras-qJsMNdjNFS.jpg Psawat qantas

AUSTRALIA - Penerbangan Qantas rute Adelaide-Canberra harus dialihkan ke Melbourne setelah mengalami keadaan darurat pada Selasa (5/3/2019) pagi. Tak lama setelah terdengar bunyi yang cukup keras, pesawat itu mengalami penurunan ketinggian 15.000 kaki dalam beberapa menit.

Seorang penumpang menjelaskan bahwa dia mendengar bunyi keras sebelum pesawat mengalami penurunan ketinggian secara cepat. Masker oksigen dikerahkan dalam pesawat juga terbuka.

Pesawat dengan nomor penerbangan QF 706 itu mendarat dengan selamat sekitar pukul 8:00 pagi di Bandara Melbourne akibat masalah tekanan udara dalam kabin.

 Baca juga:Dua Mahasiswi Indonesia Diserang di Australia, Diduga karena Mengenakan Jilbab

Penumpang bernama Vikki Denny menjelaskan saat kejadian pesawat sudah berada di posisi ketinggian jelajah, namun dengan cepat mengalami penurunan.

Direktur keperawatan pada Royal Flying Doctor Service ini mengaku bunyi yang terdengar cukup keras, namun tidak semua penumpang mendengarnya karena sebagian dalam keadaan tidur.

Dalam pesawat itu ada juga jurnalis, namun menurut Vicky, dia sedang tidur saat kejadian.

"Dia tertidur tapi langsung terbangun. Kami semua harus mengenakan masker oksigen setelah itu," jelasnya.

 Baca juga: Raja Thailand Gagalkan Impian Kakak Perempuannya Menjadi Perdana Menteri

"Ada sejumlah penumpang di dekatku yang stres dan ada seorang bayi yang menangis," tambahnya.

Pelacak ketinggian pesawat di media sosial menunjukkan pesawat ini mengalami penurunan ketinggian 15.000 kaki dalam beberapa menit.

Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB) yang dihubungi menyatakan pihaknya langsung menindaklanjuti laporan insiden tersebut.

"ATSB membenarkan adanya kejadian pagi ini dimana sebuah pesawat Boeing 737 dalam penerbangan dari Adelaide ke Canberra dialihkan ke Melbourne karena masalah tekanan udara dalam kabin," kata ATSB dalam sebuah pernyataan.

"ATSB akan mengumpulkan informasi tentang kejadian ini memutuskan apakah akan menggelar penyelidikan resmi atau tidak," ujarnya.

Penumpang Vicky Denny mengaku pengalamannya sebagai perawat penerbangan selama ini membuatnya siap menghadapi skenario seperti itu. Namun dia mengaku kejadian ini cukup menggelisahkan.

 Baca juga: Kisah Anak-Anak Muda Indonesia Bekerja Keras di Pabrik Daging Australia

Dia mengatakan sekitar 10 atau 15 menit kemudian barulah pilot memberikan pengumuman pada penumpang.

"Mereka tak menjelaskan apa yang terjadi. Mereka mengatakan ini adalah prosedur darurat," ujarnya.

"Sepanjang kejadian waktu pesawat menurun, pengumuman darurat dari interkom meminta semua tetap duduk, tetap mengenakan masker oksigen, ini kondisi darurat," tambahnya.

Dia menambahkan begitu mendarat di Melbourne penumpang diberi akses ke ruang tunggu Qantas dan dialihkan ke penerbangan pengganti ke Canberra.

Juru bicara Qantas mengkonfirmasi pesawat mengalami masalah tekanan udara dan kini sedang diperiksa oleh para teknisi di Bandara Melbourne.

"Pilot dan awak kabin kami menangani insiden ini sesuai dengan standar prosedur operasi," katanya.

"Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada para penumpang yang mengikuti instruksi awak pesawat dan tetap tenang selama pengalihan," katanya.

Qantas mengatakan tidak mendengar adanya penumpang cedera akibat insiden tersebut.

Pada Agustus tahun lalin, insiden tekanan udara dalam kabin pada penerbangan kargo Boeing 737 juga dilaporkan ke pihak ATSB.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini