Marak Kampanye Hitam, BPN Minta KPU-Bawaslu Gencar Sosialisasi

Fadel Prayoga, Okezone · Rabu 06 Maret 2019 07:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 06 605 2026377 marak-kampanye-hitam-bpn-minta-kpu-bawaslu-gencar-sosialisasi-1xqynOk8UR.jpg Koalisi Prabowo-Sandi (Foto: Okezone)

JAKARTA – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) lebih gencar sosialisasi terkait bentuk-bentuk kampanye hitam. Sebab, BPN melihat pemerintah kini lebih banyak melakukan penindakan ketimbang upaya pencegahan.

“Menurut saya juga harus ada pembinaan. Tugas pemerintah kan juga harus ada pembinaan supaya masyarakat tidak semena-mena di dalam melakukan kampanye. Selama ini tidak ada pembinaan kok tiba-tiba orang ditangkap,” kata Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Suhud Aliyudin kepada Okezone, Rabu (6/3/2019).

Kasus kampanye hitam terbaru terungkap di Sulawesi Selatan. Seorang ibu mengampanyekan bahwa Jokowi akan menghapus pelajaran agama jika terpilih lagi. Sang ibu mengajak orang memilih Prabowo Subianto.

(Baca Juga: Unggul di Pemilih Muslim, TKN Klaim Efek Jokowi Sering Dizalimi

Adapula sekelompok ibu-ibu di Karawang, Jawa Barat juga melakukan kampanye hitam ke Jokowi dengan menyebut jika menang lagi, maka Jokowi akan melegalkan pernikahan sejenis dan melarang azan di masjid.

Ketua KPU Arief Budiman 

Menurut dia, maraknya kampanye hitam dalam perhelatan Pilpres 2019 karena pemerintah tak pandai dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat ihwal tata cara kampanye yang baik. Kebanyakan warga menganggap penyebaran informasi dari mulut ke mulut merupakan sebuah kebebasan dalam berekpresi, sehingga tak memperhatikan batasan-batasan yang dilarang.

“Mereka juga mungkin itu dianggap ekspresi, ketika ditangkap mereka kaget. Artinya ada semacam pendidikan politik lah. Sementara di TV tidak ada secara masif untuk menghindari hal seperti itu, padahal ini hal yang sangat penting,” katanya.

(Baca Juga: Harapan Umat Islam terhadap UAS di Pilpres 2019 versi Survei LSI)

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini