Buku Fiksi dan Anak Indonesia Laris Manis di Luar Negeri

Koran SINDO, · Rabu 06 Maret 2019 13:59 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 06 65 2026552 buku-fiksi-dan-anak-indonesia-laris-manis-di-luar-negeri-ezAq7Yjqfv.jpg Ilustrasi Baca Buku (Foto: Picjumbo)

JAKARTA – Selama lima tahun ini ada 1.200 judul buku yang berhasil terjual ke penerbit mancanegara. Buku jenis fiksi dan buku anak termasuk yang paling laris terjual.

Ketua Harian Panitia Pelaksana Kegiatan Indonesia Market Focus untuk London Book Fair 2019 Laura Bangun Prinsloo mengatakan, selama lima tahun terakhir sebanyak 1.200 copy right buku penulis Indonesia sudah berhasil terjual di berbagai pameran buku internasional.

‘’1.200 judul buku sudah terjual rights (hak cipta)-nya di mancanegara. Penerbit luar negeri membeli rights-nya untuk diterjemahkan ke bahasa mereka lalu investasi sendiri untuk distribusi dan produksi buku itu di negaranya,’’ katanya saat konferensi pers London Book Fair (LBF) 2019 di Kantor Kemendikbud kemarin.

Baca Juga: Kemendikbud: Penjualan Buku Meningkat tapi Pendapatan Penulis Menurun

Laura menjelaskan, genre buku fiksi dan buku anak termasuk yang laris penjualan lisensinya di luar negeri. Dia mengungkapkan, selama lima tahun ini penjualan lisensi menunjukkan tren yang positif sebab sebelum 2015 penjualan lisensi buku Indonesia ke mancanegara hampir tidak ada.

Ketua Komite Buku Nasional ini berharap khusus pada LBF yang akan digelar 12-14 Maret di Olympia, London nanti panitia menargetkan 50 judul buku bisa terjual. Dia mengatakan, banyak pihak mengatakan target 50 judul buku itu sebagai patokan yang ambisius.

‘’Tapi, kami tetap optimistis 50 judul bisa tercapai dengan semua kegiatan yang sudah kita lakukan sejak awal tahun lalu,’’ jelasnya.

Baca Juga: London Book Fair 2019 Jadi Kesempatan Indonesia Promosi ke Dunia

Dia menjelaskan, penjualan hak cipta buku memang tidak mudah. Karena itu, pihaknya sebelumnya sudah mengundang sekitar 12 penerbit untuk membeli hak cipta buku dengan harapan supaya pada LBF nanti ada transaksi penjualan buku yang sukses. Pada Maret ini, katanya, ada satu toko buku terkenal di Inggris yang menjual dan memamerkan 100 judul buku Indonesia dan mendapat sambutan hangat sebab baru dua hari pameran sudah terjual banyak buku.

‘’Kita berharap buku Indonesia makin banyak dibaca dunia internasional,’’ ujarnya.

Untuk mendukung target 50 penjualan hak cipta konten penerbitan di LBF 2019 ini, salah satu program yang disusun oleh panitia dan British Council sebagai mitra LBF bagi negara-negara market focus adalah memilih 12 penulis Indonesia untuk tampil di sejumlah acara di London yang bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan literasi Indonesia. Dua belas penulis yang mewakili beragam kategori buku itu adalah Agustinus Wibowo, Clara Ng, Dewi Lestari, Faisal Oddang, Intan Paramaditha, Laksmi Pamuntjak, Leila S Chudori, Nirwan Dewanto, Norman Erikson Pasaribu, Reda Gaudiamo, Seno Gumira Ajidarma, dan Sheila Rooswitha Putri. Adapun Seno Gumira Ajidarma telah dinobatkan sebagai Author of the Day untuk London Book Fair 2019.

Laura berharap, kehadiran Indonesia di LBF tahun ini akan memperkuat ikatan intelektual Indonesia dan dunia serta bisa memasarkan lebih banyak lagi produk kreatif kita. Dia mengatakan, sebagai negara terbesar keempat di dunia dengan sejumlah besar orang muda dan kreatif, dia ingin Indonesia mengambil tempat yang layak di antara penyedia konten utama dunia.

Duta Besar Negara Inggris untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste Moazzam Malik menuturkan, LBF 2019 adalah ke sempatan besar bagi Indonesia untuk memperkenalkan kekayaan budaya, seni, dan sastranya kepada dunia.

Dia menjelaskan, LBF tahun ini diadakan bertepatan dengan perayaan 70 tahun hubungan diplomatik Inggris dan Indonesia. Moazzam melanjutkan, LBF adalah contoh nyata Inggris se - bagai negara yang berpikir secara global dan berwawasan internasional karena Inggris juga merupakan pusat industri buku dan penerbitan dunia.

“Saya berharap hubungan Inggris-Indo nesia dapat terus ditingkatkan melalui kerjasama yang saling menguntungkan dan memajukan. Saya juga berharap para penulis Indonesia dapat terus meningkatkan kreativitasnya di kancah dunia,” jelasnya.

Country Director of the British Council Indonesia Paul Smith mengatakan, LBF merupakan puncak dari hubungan kegiatan kreatif yang telah di - bangun antara negara Inggris dan Indonesia selama tiga tahun semenjak 2016 oleh British Council sebagai organisasi hubungan budaya dan pendidikan, di bawah program UK/ID yang telah menghasilkan lebih dari 250 hubungan bilateral organisasi serta seniman di Inggris dan Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini