nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Korsel Ganti Menteri Unifikasi Sepekan Setelah KTT AS-Korut di Hanoi

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 08 Maret 2019 11:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 08 18 2027328 presiden-korsel-ganti-menteri-unifikasi-sepekan-setelah-ktt-as-korut-di-hanoi-KX30h502d1.jpg Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in. (Foto: Reuters)

SEOUL – Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in mengganti Menteri Unifikasi, Cho Myoung-gon yang tahun lalu memainkan peran penting dalam berkurangnya ketegangan dengan Korea Utara. Posisi Cho akan digantikan oleh tangan kanan Moon, Pimpinan Institut Korea untuk Unifikasi Nasional, Kim Yeon-chul.

Kantor Kepresidenan Korea Selatan mengatakan, penggantian tersebut dilakukan untuk mendorong cita-cita Moon untuk “semenanjung Korea yang baru”.

BACA JUGA: Pertemuan Trump-Kim Tanpa Kesepakatan, Presiden Korsel Siap Turun Tangan

“Dia adalah orang yang tepat yang dapat secara aktif mewujudkan visi presiden untuk semenanjung Korea yang baru, komunitas perdamaian dan kerja sama yang baru, dengan melaksanakan tugas-tugas kebijakan utama Kementerian Unifikasi tanpa hambatan dan mengimplementasikan perjanjian antar-Korea dengan cepat,” demikian disampaikan juru bicara kepresidenan sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (8/3/2019).

Perubahan itu merupakan bagian dari perombakan kabinet terbesar yang dilakukan Moon sejak menjabat pada 2017. Selain menteri unifikasi, beberapa menteri lain yang juga terkena perombakan adalah menteri dalam negeri, tanah dan transportasi, menteri budaya dan olahraga, lautan dan perikanan, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan menteri usaha kecil dan menengah.

Pencopotan Cho dilakukan sepekan setelah pertemuan tingkat tinggi (KTT) antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un di Hanoi, Vietnam yang gagal mencapai kesepakatan. Kegagalan KTT di Hanoi itu juga menjadi pukulan bagi Moon yang berharap keringanan sanksi dari AS untuk mendorong beberapa proyek kerja sama antara Korea Selatan dan Korea Utara, termasuk kompleks industri, zona pariwisata, dan jalur kereta api.

Cho dan beberapa staf kabinet lainnya mendukung sanksi ketat dan tekanan maksimum kepada Korea Utara yang bertentangan dengan harapan Moon.

BACA JUGA: Beberapa Hal Menarik dari KTT Antar-Korea di Pyongyang

Beberapa pejabat mengatakan, penunjukan Kim Yeon-chul, pendukung setia rekonsiliasi Korea, dapat lebih meningkatkan hubungan dengan Korea Utara. Tetapi keputusan itu juga menunjukkan adanya perbedaan pendapat di dalam pemerintahan Moon terkait isu Korea Utara.

Kim seorang profesor studi Korea Utara berusia 55 tahun pernah menjadi penasihat pemerintahan sebelumnya di mana Moon juga menjabat. Baru-baru ini, ia juga menjadi penasihat bagi kantor kepresidenan di KTT antar-Korea sebelum pindah untuk mengepalai think tank yang berafiliasi dengan Kementerian Unifikasi.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini