Usai Salat Jumat, Jokowi Serahkan 814 Sertifikat Tanah Wakaf di Masjid Istiqlal Lampung

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Jum'at 08 Maret 2019 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 08 340 2027375 usai-salat-jumat-jokowi-serahkan-814-sertifikat-tanah-wakaf-di-masjid-istiqlal-lampung-p3AuCusSN3.jpg Presiden Jokowi serahkan sertifikat tanah wakaf di Lampung. (Foto: Fakhrizal Fakhri/Okezone)

LAMPUNG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan sebanyak 814 sertifikat tanah wakaf usai melaksanakan ibadah Salat Jumat di Masjid Istiqlal, Lampung, Jumat (8/3/2019). Ratusan sertifikat tanah wakaf ini ditujukan untuk masjid, musala, tempat pendidikan, dan pesantren yang ada di Provinsi Lampung.

Jokowi mengatakan penyerahan sertifikat tanah wakaf dilakukan lantaran dirinya tidak ingin ada lagi konflik tanah wakaf tempat ibadah di tengah masyarakat.

"Kenapa ini diberikan? Karena setiap saya ke kampong, masuk ke desa, yang namanya sengketa lahan, sengketa tanah, itu ada di mana-mana. Bukan hanya urusan tanah hak milik, tetapi juga tanah wakaf," kata Jokowi.

(Baca juga: Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Jalan Bebas Hambatan Terpanjang yang Pernah Diresmikan Jokowi)

Kepala Negara menyerahkan sertifikat ini secara simbolis kepada 12 orang penerima. Ia mengatakan saat ini banyak konflik tanah wakaf masjid yang terjadi di Indonesia.

Jokowi serahkan sertifikat tanah wakaf di Lampung. (Foto: Fakhrizal Fakhri/Okezone)

Jokowi memberi contoh, ada sebuah masjid di Jakarta dipermasalahkan ahli waris karena harga tanahnya mencapai Rp120 juta per meter. Padahal, sebelumnya rumah ibadah tersebut sudah berdiri bertahun-tahun.

"Setelah tanah di situ harganya per meter Rp120 juta, menjadi masalah. Ahli waris menggugat itu dari masjid belum punya sertifikat wakafnya," ujar Jokowi.

(Baca juga: Jokowi Resmikan Terminal Baru Bandara Internasional Radin Inten II)

Ia memastikan pemerintah akan terus mempercepat pembuatan sertifikat wakaf untuk masjid, musala, tempat pendidikan, hingga pesantren agar konflik tanah wakaf tidak terulang.

"Kami harapkan dengan sebuah tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki dan jelas, insya Allah tidak ada masalah di masa-masa yang akan datang," ujar Jokowi.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini