Jurus Warga NU Tangkis Fitnah yang Serang Jokowi

Taufik Budi, Jurnalis · Sabtu 09 Maret 2019 22:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 09 605 2027927 jurus-warga-nu-tangkis-fitnah-yang-serang-jokowi-UKrY33YLBG.jpg Warga NU (Foto: Taufik BUdi/Okezone)

KEBUMEN - Warga Nahdliyin diminta untuk satu suara melawan berbagai fitnah dan berita bohong yang menyerang pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Menjelang Pilpres 2019, kampanye hitam yang menyerang paslon 01 kian deras.

"Tidak ada alasan bagi warga NU untuk tidak memilih pak Jokowi, kiai Ma'ruf. Ini juga sekaligus menjaga Indonesia lewat Pemilu," kata Direktur Penggalangan Pemilih Perempuan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Ida Fauziah, Sabtu (9/3/2019).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan, fitnah yang menyerang Jokowi antara lain disebut PKI, antek asing, anti Islam, hingga melakukan kriminalisasi ulama.

"Warga NU harus bisa menjawab dan menjelaskan akan fitnah-fitnah itu. Sekaligus bisa menunjukkan berbagai prestasi yang sudah dicapai Pak Jokowi," ujarnya saat "Manakib Kubro" dan Deklarasi Warga NU untuk Indonesia Maju di Kebumen.

Soal fitnah bahwa Jokowi anti-Islam, Ida menerangkan, mantan Wali Kota Solo itu membangun berbagai universitas Islam. Jokowi pula yang menetapkan adanya Hari Santri.

"Soal PKI, Pak Jokowi lahir tahun 1961. PKI melawan negara pada tahun 1965. Masa balita sudah ikut-kutan," bebernya.

Baca Juga: Menjelang Pilpres 2019, kampanye hitam yang menyerang paslon 01 kian deras.

NU Semarang

Mengenai tudingan kriminalisasi ulama, Ida menegaskan Jokowi sudah memberi bukti, sosok yang digandeng dalam Pilpres adalah seorang kiai.

"Soal jadi antek asing? Nyatanya di era Pak Jokowi, negara ini mampu memiliki saham mayoritas di Freeport yang sebelumnya banyak dikuasai negara lain," kata dia.

Menurut Ida, warga NU harus yakin, bahwa Indonesia akan semakin maju. Untuk itu, pasangan Jokowi-Ma'ruf harus menang dalam Pilpres.

"Kiai Ma'ruf juga kader terbaik NU.Jadi mulai hari ini warga NU di Kebumen harus mengajak warga lain untuk memilih pasangan ini. Karena ini juga bagian dari upaya menjaga ajaran Aswaja di negara ini," tegasnya.

Dalam kegiatan itu juga dilakukan deklarasi pemenangan untuk Jokowi-Ma'ruf. Mereka antara lain tergabung dalam JPNU, jaringan santri milenial, Jaringan Muda NU, Jaringan Jokowi Menang yang lain Kalah (Jamalaka).

Mereka menyatakan mendukung sepenuhnya pasangan Jokowi-Ma'ruf agar Indonesia semakin maju. Mereka juga siap bahu membahu, agar pasangan nomor 01 ini menang mutlat di Kebumen.

Pengasuh Ponpes An-Nawawi, Berjan, Purworejo KH Achmad Chalwani yang hadir dalam acara itu juga menyebut peran Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Siapa lagi kalau bukan pak Jokowi? Siapa lagi kalau bukan kiai Ma'ruf? Yang akan bawa negara ini sejahtera," sebutnya.

Baca Juga: Prabowo Akan Perkuat Polri, TKN: Presiden Jokowi Sudah Lakukan Itu

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini