nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pascabanjir, Bau Busuk Serang Warga Madiun

Agregasi Solopos, Jurnalis · Rabu 13 Maret 2019 15:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 13 519 2029430 pascabanjir-bau-busuk-serang-warga-madiun-ejRcmSD0Pq.jpg Banjir (ist)

MADIUN - Banjir di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, surut sejak beberapa hari terakhir. Namun, dampak banjir pascabencana itu terjadi yang masih dirasakan masyarakat, seperti bau busuk dari bangkai hewan ternak yang mati.

Salah satunya yang terjadi di Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. Warga di desa tersebut selama sepekan terakhir harus menahan napas karena aroma busuk menyengat.

 Baca juga: Banjir Terjang 5 Kecamatan di Madiun, Akses Jalan Terputus

Seorang warga Desa Purworejo, Sairun, 62, mengatakan belasan ekor kambing di desanya mati karena banjir yang terjadi Rabu (6/3/2019). Bangkai hewan ternak itu tersebar di sejumlah titik karena terbawa arus banjir.

Bangkai kambing juga menyangkut di selokan perkampungan di desa tersebut. Sehingga bau busuk menusuk hidung masyarakat setempat.

 https://img.solopos.com/thumb/posts/2019/03/13/977788/bersih-bangkai.jpg?w=600&h=400

"Saya beberapa hari lalu masih mengungsi di tempat saudara. Karena bau busuk bangkai hewan," kata dia saat ditemui di rumahnya, Rabu (13/3/2019).

 Baca juga: Banjir Ngawi Meluas, 6.090 KK di 25 Desa Terdampak

Sairun mengatakan di desa itu ada belasan kambing yang mati saat banjir menerjang. Sembilan ekor kambing di antaranya milik tetangganya.

Warga sudah mencoba membersihkan bangkai kambing yang menyangkut di selokan. Namun bangkai tidak kunjung bisa hilang. Baru dengan tangki air milik pemerintah yang dikerahkan, baru bangkai kambing tersebut bisa dihilangkan.

"Itu bangkainya masuk di selokan yang tertutup. Jadi sulit untuk dibersihkan. Ini baru bisa dibuang setelah disemprot pakai air tangki dengan tekanan air tinggi," jelas dia.

 Baca juga: Tuban Dikepung Banjir, Warga di 16 Desa Terisolir

Warga lainnya, Suyono, mengatakan sejak air banjir surut bau busuk dari bangkai hewan memang menusuk hidung. Dia mengaku setiap hari menggunakan masker karena tidak kuat bau busuk yang dikeluarkan bangkai.

"Iya kemarin busuk banget. Tapi sekarang sudah tidak. Soale sudah dibersihkan," jelas dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini