nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seorang WNI Berhasil Dibebaskan dari Sandera Kelompok Bersenjata di Yaman

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 14 Maret 2019 16:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 14 18 2029987 seorang-wni-berhasil-dibebaskan-setelah-disandera-kelompok-bersenjata-di-yaman-rsMvdINTe7.jpeg Foto: Dok. Kemlu RI.

MUSCAT – Seorang warga negara Indonesia (WNI) yang ditawan kelompok bersenjata di Yaman berhasil dibebaskan dan telah kembali ke tanah air pada Rabu, 13 Maret 2019. Adib Nadim dipulangkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Muscat di Oman dengan didampingi pejabat KBRI Muscat.

Berdasarkan keterangan yang diterima Okezone, Adib ditangkap oleh kelompok bersenjata di Kota Yaslah, sekira 30 km sebelah selatan Yaman, pada 28 November 2018. Dia ditahan selama 99 hari bersama tujuh warga negara asing lainnya sampai dibebaskan pada 7 Maret 2019.

"Alhamdulillah saya bisa bebas. Terima kasih atas bantuan KBRI dan Pemerintah yang sudah mengupayakan pembebasan saya," kata Adib saat diterima Duta Besar RI di Muscat, Mustofa Taufik Abdul Latif, setelah pembebasan.

Upaya pembebasan Adib dilakukan bekerjasama dengan otoritas keamanan Kesultanan Oman dan kontak-kontak KBRI Muscat yang ada di Sanaa.

"Atas nama Pemerintah Indonesia, saya menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan otoritas keamanan Kesultanan Oman dalam pembebasan seorang WNI di Yaman," Menteri Luar Negeri RI, Retno saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Oman, Yusuf bin Alawi, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat pada Kamis pagi.

Adib adalah seorang mahasiswa Universitas Darul Hadits, Sihr, Hadramaut. Dia berangkat ke Yaman untuk meneruskan studinya pada tahun 2013.

Saat ditangkap Adib sedang menemani sahabatnya, seorang warga negara Malaysia, untuk menjenguk keluarganya di Kota Sanaa.

Sejak pecahnya konflik bersenjata di Yaman pada 2015, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan himbauan kepada seluruh WNI untuk tidak berkunjung ke negara itu. Hingga saat ini himbauan tersebut belum dicabut. Secara umum situasi keamanan di Yaman juga belum kondusif bagi warga negara asing.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini