Pemilu Bukan soal Menang Kalah, Tapi Harus Jadi Momentum Peradaban Demokrasi

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Kamis 14 Maret 2019 22:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 14 605 2030157 pemilu-bukan-soal-menang-kalah-tapi-harus-jadi-momentum-peradaban-demokrasi-ip4Gj6mgiO.jpg Diskusi Peta Konflik dan Ancaman Delegitimasi Pemilu 2019 (Foto: Ist)

JAKARTA - Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 bakal digelar pada 17 April 2019. Pesta demokrasi tersebut diharapkan bisa menjadi momentum bagi peradaban demokrasi di Indonesia, terutama bagi yang berkontestasi, bahwa pemilu bukan hanya soal menang atau kalah.

“Pemilu harus dipahami sebagai komitmen kita kepada demokrasi, hukum dan etika kebangsaan,” ujar Sekretaris Jenderal Mata Rakyat (Mara) Bayu Adi Permana dalam diskusi di Jakarta, Kamis (14/3/2019).

(Baca Juga: AHY Lapor ke Prabowo Sedang Lancarkan Strategi "Rel Ganda")

Menurut Bayu, untuk menciptakan peradaban demokrasi harus diiringi penyelenggara pemilu yang bisa menyelesaikan persoalan terkait pemilu, mulai dari data pemilih yang tidak akurat, munculnya warga negara asing ke dalam daftar pemilih tetap (DPT). Kemudian, minimnya kepercayaan publik kepada penyelenggara hingga menyangkut netralitas.

“Persoalan-persoalan itu jika tidak segera dibenahi akan menjadi bom waktu bagi legitimasi pemilu,” katanya.

Prabowo-Sandi dan Jokowi-Maruf Amin

Pemilu 2019, kata Bayu, harus menjadi pembuktian komitmen kebangsaan bersama dengan menjauhi isu-isu saling menyerang dan menempatkan masing-masing pihak dalam titik ekstrem. Untuk meningkatkan kualitas demokrasi, kata dia, masyarakat harus ikut mengawal.

"Maka perlu kiranya masyarakat berperan aktif dalam memantau setiap tahapan pemilu dan mengawasi kinerja penyelenggara pemilu secara konstruktif,” ujarnya.

(Baca Juga: AHY dan Prabowo Bahas Temuan Kampanye di Daerah)

(Ari)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini