nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kepala Perpusnas: Literasi Bukan Sekedar Membaca

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 14 Maret 2019 14:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 14 65 2029931 kepala-perpusnas-literasi-bukan-sekedar-membaca-V8n59RMscw.jpg Foto: Dok. Kemendagri

JAKARTA – Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando menyebut literasi bukan hanya sekedar membaca, tetapi juga aplikasi dari nilai-nilai positif dari apa yang dibaca.

Hal ini dikatakannya saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perpustakaan Tahun 2019 di Birawa Hall Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

“Literasi bukan sekedar membaca, tapi bagaimana seseorang bisa menyerap nilai-nilai positif dari apa yang di baca, kalau yang sekedar bisa baca banyak, tapi belum tentu terliterasi dengan baik,” ujar Syarif Bando, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/3/2019).

Baca Juga: 8 Perpustakaan dengan Katalog Terbanyak di Dunia

Tak hanya itu, Syarif juga menilai perpustakaan layak disebut sebagai mercusuar yang bisa memandu dan mengarahkan masyarakat menuju kesejahteraan masyarakat melalui Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

“Perpustakaan itu bagaikan mercusuar, bukan sebagai Menara Gading. Apa bedanya? Kalau Mercusuar itu dia akan menjadi pemandu, mengarahkan kita pada jalan yang sebenarnya, itulah perpustakaan,” kata Syarif.

Namun, yang menjadi persoalan adalah sejauh mana perpustakaan dapat menjangkau masyarakat. Permasalahan inilah yang dipaparkan Syarif dalam kesempatan yang sama. Menurutnya, perpustakaan sebagai pusat literasi di tengah masyarakat tidak akan terwujud jika daerah masih abai dalam pemeliharaan dan pemanfaatan perpustakaan, terutama di desa dan daerah perbatasan.

Baca Juga: Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

“Seberapa jauh perpustakaan menjangkau masyarakat? Ini masalahnya. Jangan mimi mau bicara kualitas SDM jika tidak bicara soal baca, jangan bicara soal baca jika perpustakaan juga tak mampu menjangkau masyarakat,” tegasnya.

Seperti diketahui, gerakan literasi merupakan amanat dari Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial…” sehingga gerakan literasi yang terus digaungkan Pemerintah sejalan dengan hal tersebut.

(rhs)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini